Sumber: nu.or.id

Istanbul, LiputanIslam.com– Para pimpinan negara-negara Muslim yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mendeklarasikan Yerusalem Timur sebagai Ibukota Palestina. Deklarasi Istanbul atau “Pembebasan Yerusalem” diumumkan usai Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa OKI yang dihadiri lebih dari 50 negara Muslim di Istanbul, Turki, pada Rabu (13/12).

“Kami memastikan bahwa kami mengakui negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibukota, dan kami menyerukan kepada seluruh dunia agar mengakui Yerusalem Timur sebagai ibukota Palestina yang terjajah,” demikian bunyi Deklarasi Istanbul seperti yang dilansir cnnindonesia.com pada Kamis (14/12).

Deklarasi tersebut merupakan bentuk sikap tegas dunia Muslim dalam menolak sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut Yerusalem sebagai Ibukota Israel. “(Keputusan Trump soal Yerusalem) tidak berlaku dan batal berdasarkan sejarah, hukum dan hati nurani,” bunyi deklarasi.

Para pemimpin dunia muslim lewat deklarasi tersebut juga mendesak Trump untuk menarik kembali keputusannya. “Kami meminta PBB, Uni Eropa dan masyarakat internasional untuk menjaga Resolusi PBB soal status Yerusalem.” Isi deklarasinya.

Yerusalem sebagai kota yang sangat dihormati kaum Muslim, Yahudi, dan Kristiani, merupakan situs tersuci ketiga dalam Islam dan menjadi jantung konflik Israel-Palestina selama beberapa dekade. Israel merebut Yerusalem Timur pada tahun 1967, kemudian mencaploknya dalam sebuah tindakan yang tidak diakui secara internasional. “Yerusalem dan akan selalu menjadi Ibukota Palestina,” tegas Presiden Palestina Mahmoud Abbas. (Ar/CNN/NU Online).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL