pengampunan tkiJakarta, LiputanIslam.com — Indonesia menjadi sorotan dunia internasional lantaran vonis mati yang diberlakukan kepada gembong narkoba, tak terkecuali yang berasal dari negara asing. Belanda dan Brazil menarik dubesnya dari Indonesia, lantaran warga negaranya dieksekusi. Lalu kini, Australia yang meradang karena permintaan grasi atas dua warga negaranya yang terancam hukuman mati, ditolak oleh Presiden Joko Widodo.

Di saat yang sama, ratusan Warga Negera Indonesia (WNI) yang berada di negeri rantau juga terancam hukuman mati. Meski demikian, Indonesia tidak meniru Brazil, Belanda maupun Australia dalam menyikapi persoalan ini. Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid mengatakan, pemerintah tengah mengupayakan pengampunan.

Sebagian besar berada di Malaysia dan Arab Saudi. Kami masih berusaha minta pengampunan terhadap 229 WNI yang sebagian besar TKI di Malaysia dan Arab Saudi yang terancam hukuman mati,” ujar Nusron, di Jakarta, Kamis (26/2/2015), seperti dikutip Kompas.

Nusron mengatakan, BNP2TKI telah melakukan sejumlah langkah untuk menyelamatkan ratusan WNI tersebut. Ia menambahkan, pihaknya juga akan menunjuk pengacara untuk mendampingi para TKI yang terancam hukuman mati. Upaya diplomasi antarnegara dengan kepala negara yang bersangkutan juga terus dilakukan.

“Kami meminta tokoh informal yang punya pengaruh terhadap pemerintah Malaysia dan Arab Saudi agar diampuni, dan terakhir dengan merayu keluarga yang menjadi korban agar mau memaafkan,” kata Nusron.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan, hingga Februari 2015, sebanyak 229 WNI yang terancam hukuman mati di luar negeri. Sebagian besar kasus WNI yang terancam hukuman mati berada di tiga negara, yaitu Malaysia sebanyak 168 kasus, Arab Saudi sebanyak 38 kasus, dan Tiongkok sebanyak 15 kasus.

Menurut laporan ini, delapan WNI juga menghadapi hukuman mati di negara-negara ASEAN selain Malaysia dan satu orang di Uni Emirat Arab. Di antara 229 WNI yang terancam hukuman mati, 131 orang di antaranya karena kasus narkoba dan 77 orang terancam hukuman mati karena terlibat pembunuhan. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL