Sumber: nu.or.id

Yogyakarta, LiputanIslam.com– Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Menaker RI), M. Hanif Dhakiri menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong masyarakat Indonesia khususnya kalangan anak muda untuk mengembangkan dunia usaha. Menurutnya, ada dua kunci untuk menjadi wirausaha yang sukses dan bertahan. Dua kunci tersebut adalah kreatif dan inovatif.

Hal itu disampaikan Hanif saat menjadi narasumber Dialog Kebangsaan Akademi Kewirausahaan Masyarakat bertajuk Peran Socialpreneur Sebagai Alternatif Karir dan Akselerator Produktifitas Masyarakat Desa di FISIPOL UGM, Yogyakarta, seperti dilansir NU Online, pada Senin (30/7).

Menurutnya, saat ini kreativitas dan inovasi generasi muda adalah kunci bagi mereka untuk memulai wirausaha. Karena dengan keduanya, wirausahawan akan tetap bertahan dalam berbagai perubahan iklim bisnis dan industri. Anak mudah yang kreatif akan menjadi yang luar biasa.

“Usia muda tidak berpengalaman itu hal wajar, usia tua berpengalaman itu juga merupakan hal yang wajar, tapi pemuda yang memiliki kreatifitas tingi akan menjadi sesuatu yang luar biasa,” ucapnya.

Menteri Hanif mencontohkan, banyak perusahaan besar yang gagal eksis di tengah perubahan zaman dikarenakan kegagalan mereka dalam melakukan inovasi. “Oleh karenanya, kalau mau nyemplung menjadi wirasusaha harus percaya pada kerja keras yang kreatif dan inovatif,” katanya.

Ia juga berpesan kepada para anak muda, agar dalam berwirausaha tidak boleh hanya dilandasi dengan motivasi profit oriented saja. Lebih dari itu, motivasi bisnis anak muda haruslah wirausaha sosial. Dengan motivasi tersebut, anak muda tidak hanya menjadi wirausahawan yang mengejar keuntungan bisnis semata, tapi juga bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi lingkungan masyarakat.

“Jadi kita menempatkan diri sebagai agen perubahan. Kalau niat kaya saja salah, tapi kalau niat bantu orang itu baru benar,” tutur Menaker.

Bahkan Kementerian Ketenagakerjaan, lanjut dia, telah menyediakan Innovation Room untuk para anak muda. Innovation Room ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk membekali generasi muda tentang literasi digital, khususnya digital skill.

 “Kunci menjalankan wirausaha adalah kreativitas dan inovasi. Namun, wirausaha kita harus ditopang dengan IT,” tambah Hanif. (ar/NU Online

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*