Sumber: nu.or.id

Semarang, LiputanIslam.com– Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Cholil Nafis menyatakan bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan sosialisasi Islam wasathiyah (Islam moderat) di berbagai daerah di Indonesia. Pernyataan itu ia sampaikan pada acara Sosialisasi Pedoman Dakwah Islam Wasathiyah di Hotel Pandanaran Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/12).

Menurut Kiai Cholil tujuan diadakannya sosialisasi Islam wasathiyah adalah untuk menjaga dan memelihara kehidupan berbangsa dan bernegara agar tetap harmonis dan rukun. Agama sebagai penjaga nilai kehidupan bernegara, lanjutnya, harus terus menjaga nilai keadaban sekaligus menjaga keutuhan dan persatuan bangsa.

Kiai Cholil menjelaskan bahwa paham Islam wasathiyah yang diusung MUI harus berdasarkan kepada tiga komponen, yaitu ri’ayah (bimbingan), himayah (perlindungan) dan taqwiyah (penguatan) umat. “Ketiga pilar ini yang menjadi pijakan Islam untuk membangun peradaban di Indonesia,” ucapnya.

Ri’ayah (bimbingan) adalah dakwah yang mengedepankan bimbingan kepada masyarakat agar mereka tidak salah dalam memahami teks-teks keagamaan. Menurut Kiai Cholil, dakwah model bimbingan seperti ini sangat penting bagi orang yang baru belajar agama. “Baik karena tak banyak mengenyam pendidikan agama sejak dini atau karena memang baru masuk Islam.,” jelasnya.

Himayah (perlindungan) adalah dakwah dengan sasaran mereka mereka yang terkena paham yang salah dan sesat. Tujuan dari dakwah model himayah adalah untuk menjaga umat dari berbagai aliran yang sesat dan meluruskan mereka kepada paham yang benar.  “Masih banyak penyimpangan syariah bahkan akidah yang terjadi di tengah masyarakat. Anehnya masih banyak juga pengikutnya,” terangnya.

Sementara taqwiyah (penguatan) adalah dakwah dengan memberikan penguatan dan pemberdayaan umat. Bukan hanya penguatan keagamaan saja, tetapi juga penguatan ekonomi, sosial, budaya, dan lainnya. Kiai Cholil mengaku, ke depan MUI akan membuat akademi dakwah guna melahirkan dai-dai yang berkualitas dan mampu menjawab tantangan zaman. (Ar/NU Online).

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*