Dinamo Sepeda untuk Charger HP/Irvan Fauzi

Dinamo Sepeda untuk Charger HP/Irvan Fauzi

Blitar, LiputanIslam.com – Pelajar kelas 11 IPA Madrasah Aliyah (MA) Darul Huda ternyata tidak mau kalah dengan siswa SMA ataupun SMK. Mereka melakukan inovasi dengan memanfaatkan dinamo sepeda untuk melakukan isi ulang daya atau charger ponsel. Mereka yang berasal dari Desa Gambar Kecamatan Winodadi, Kabupaten Blitar tersebut bekerja sama merakit bersama empat temannya.

Ide untuk membuat charger dengan memanfaatkan dinamo sepeda tercetus karena keterbatasan dan peraturan sekolah. Selain tidak boleh membawa ponsel ke sekolah, siswa pun sulit menemukan colokan listrik di sekolahnya. Namun ternyata dari keterbatasan tersebut justru menghasilkan sebuah karya kreatif dan bermanfaat yakni charger ponsel yang memanfaatkan dinamo sepeda.

Charger tersebut dapat digunakan oleh Vawaid saat pulang pergi ke Sekolah dengan menggunakan sepeda. Dengan begitu, perjalanannya menjadi lebih bermakna karena bisa sambil mencharge ponsel, seperti dilansir detik.com.

Selain dinamo, alat yang digunakan adalah diode dan delco sebagai penyearah arus. Sementara temuan Vawaid ini sudah diujicobakan ke beberapa tipe HP. Hanya saja tinggal menyesuaikan colokannya. Vawaid mengaku, 30 menit ngecharge bisa bertahan selama 3 jam untuk batrei HP yang masih normal kondisinya.

Vawaid mengakui bahwa ponselnya bisa bertahan hingga tiga jam setelah tiga puluh menit dilakukan isi daya ulang. Dalam kondisi ponsel normal semua bisa dilakukan isi ulang. Kini Vawaid dan teman-temannya tak kebingungan lagi untuk mencari sumber listrik untuk melakukan charging ponselnya.

Kendala yang dihadapi Vawaid adalah alat tersebut tidak bisa digunakan saat turun hujan. Vawaid belum melakukan modifikasi sehingga alatnya nantinya bisa digunakan meskipun dalam guyuran hujan.

Alat sederhana dengan modal senilai Rp. 30 ribu tersebut rencananya akan dipatenkan oleh pihak sekolah dengan menggandeng perguruan tinggi di Malang. Dengan demikian alat tersebut bisa lebih disempurnakan dan diproduksi secara masal dan dijual ke pasar secara bebas dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL