KIS

merdeka

Jakarta, LiputanIslam.com – Pemerintah kembali membagikan Kartu Indonesia Sehat (KIS) kepada masyarakat. Di tahun 2015, sesuai Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2014, BPJS Kesehatan bersama Kementerian Sosial dan Kementerian Kesehatan, melanjutkan penerbitan dan pendistribusian hampir 88,2 juta KIS untuk segmen peserta penerima bantuan iuran. Rencananya, kartu ini akan mulai didistribusikan secara bertahap pada mulai pekan ini.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak menampik bila pembagian sejumlah ‘kartu sakti’ ini cukup memakan waktu. “Ada proses lelang, ada proses administrasi, karena kan APBN kan baru diketuk pertengahan Januari. Sekarang sudah mulai bagi-bagi,” ujar Jokowi di PT Doc dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero) Cilincing, Jakarta Timur, Selasa 28 April 2015, seperti dilansir Okezone.

Karena itu, Jokowi meminta waktu enam bulan lagi untuk benar-benar dapat memfungsikan kartu itu dengan baik. Sebab, dia menyadari masih banyak kekurangan sehingga kartu itu belum dapat digunakan di seluruh rumah sakit.

Presiden yang ditemani Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, dan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri secara simbolis membagikan KIS kepada ribuan buruh di PT DOK dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero), Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.

Menurut Jokowi, KIS sangat diperlukan untuk menanggung biaya kesehatan masyarakat. Jika tiba-tiba jatuh sakit, masyarakat kini bisa lebih tenang untuk berobat. Melalui KIS, buruh akan memperoleh pelayanan kesehatan yang komprehensif, asalkan mengikuti ketentuan dan mekanisme sistem rujukan berjenjang.

Meskipun sudah memiliki KIS, Jokowi berpesan agar masyarakat selalu menjaga kesehatan dengan menjaga pola makan dan olahraga secara teratur. Karena saat sakit, berapapun pendapatan yang dimiliki akan selalu habis tergerus oleh biaya pengobatan. Bahkan sebagai bukti keseriusan pemerintah, Jokowi sempat berucap akan menggunakan wewenangnya agar setiap rumah sakit di Indonesia mau bekerjasama dengan BPJS Kesehatan untuk melayani Peserta BPJS Kesehatan, dan bukan hanya mengambil untung sendiri.

Sebagai keberlanjutan pendistribusian KIS, Jokowi juga telah menyerahkan secara simbolis Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk 6.652 buruh industri garmen di Ungaran, Kabupaten Semarang. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL