Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– A’wan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Nurul Yaqin Ishaq menyatakan bahwa iman itu bertempat di hati dan melahirkan kecerdasan spiritual yang tercermin dalam perilaku kehidupan manusia dan lazim disebut dengan akhlak. Oleh karenanya, ia menilai tarekat dengan spiritualitasnya yang tinggi mempunyai peran penting bagi pembangunan bangsa.

“Kita ini tidak cukup dengan kecerdasan intelektual, tapi juga harus dengan kecerdasan spiritual. Ilmu tanpa disertai akhlak tidak sempurna,” ucapnya di Gedung PBNU, Jakarta, seperti dilansir NU Online, pada Selasa (16/1).

Menurutnya, dalam konteks berbangsa dan bernegara, kecerdasan spiritual tersebut memunculkan tiga kesadaran. Pertama, memunculkan kesadaran bahwa negara Indonesia itu merdeka bukan hanya didirikan oleh umat Islam, tapi juga terdapat umat agama lain. Oleh karena itu, kesadaran ini akan memunculkan apresiasi terhadap umat agama lain.

“Kita tidak dengan arogan mengklaim ini adalah semata-mata hasil perjuangan umat Islam, walaupun mayoritasnya umat Islam, bahkan para kiai, para ulama, para santri, pondok pesantren yang punya andil yang besar,” ungkapnya.

Kedua, memunculkan kesadaran bahwa bangsa Indonesia ini majemuk yang terdiri atas beragam suku, etnik, budaya bahkan agama. “Artinya kita tidak bisa memaksakan kehendak kita kepada orang lain, begitu pula orang lain tidak bisa memaksakan kehendaknya,” ujarnya.

Ketiga, memunculkan kesadaran teologis bahwa Tuhan berkehendak umat manusia ini berbeda-beda. “Nah, di situlah nilai akhlakul karimah dalam konteks kebangsaan. bagaimana kita bisa menghargai perbedaan, bagaimana kita bisa menumbuhkembangkan sikap toleransi karena dengan sikap yang seperti itulah bangsa Indonesia menjadi tenteram, harmonis,” terangnya. (Ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*