Sumber: nu.or.id

Tegal, LiputanIslam.com– Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maman Imanul Haq menyatakan, bahwa Pancasila merupakan hasil ijtihad para ulama di tanah air untuk menjaga Indonesia. Menurutnya, para ulama telah bersumbangsih besar terhadap ditetapkannya Pancasila sebagai ideologi bangsa. Tanpa adanya Pancasila, mungkin Indonesia sudah terpecah belah, porak-poranda.

“Ulama NU bukan sekedar menjadi orang soleh, tetapi orang muslih yang bermanfaat membereskan Republik Indonesia. Kalau tidak ada Pancasila, hasil para Ulama. Mungkin Indonesia sudah porak-poranda,” ujarnya saat memberikan Tausiyah pada Halal Bihalal warga NU dan Pelantikan PR Fatayat NU Desa Danawarih, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, seperti dilansir nu.or.id, pada Senin (24/7).

Pada awal pembicaraannya, Kiai Maman menceritakan, pihaknya pernah ditanya terkait ditetapkannya Perppu Nomor 2 tahun 2017 tentang pembubaran ormas radikal. “Saya jawab bahwa NU menghargai kebebasan berserikat dan berpendapat, kebebasan berbicara, kebebasan berkumpul (freedom of speech). Kita punya jamiyah, kita bisa berkumpul,” ucapnya.

Kiai Maman menegaskan,  Nahdlatul Ulama (NU) akan melawan siapa pun ormas yang belum apa-apa sudah ingin mengganti NKRI, sudah ingin menghancurkan Pancasila. “Kita adalah PBNU (Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945). Bahwa yang kita tolak itu ormasnya, bukan orangnya,” ungkap Kiai Maman.

Menurutnya, NU lahir dari spirit Islam, dan sejalan dengan semangat kebangsaan. “Kalau betul ingin menegakkan Islam. Ayo NU tentu punya prinsip menegakkan Islam. NU menegakkan Laa ilaaha  illallah Muhammad Rasulullah. Karena NU lahir dari spirit besar namanya Islam, Innaddina Indallahil Islam. Agama yang benar di sisi Allah adalah Islam,” tuturnya.

Kiai Maman menambahkan, Islam adalah spirit untuk transformasi dan perdamaian. Islam kita adalah Islam damai, Islam ramah, bukan Islam yang marah-marah. “Islam yang merangkul, bukan Islam yang memukul. Islam yang berargumen, bukan Islam yang sentimen, apalagi mengkafir-kafirkan orang lain,” pungkasnya.  (Ar/NU Online)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL