Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar meminta masyarakat Indonesia untuk menguasai keilmuan secara lahiriah dan juga memiliki kecerdasan spiritual. Hal ini menurutnya penting guna mendapatkan manfaat dari adanya bonus demografi yang dimiliki Indonesia.

Demikian hal itu disampaikan Kiai Miftah pada acara Haul KH Muqarrobin Yusuf dan Hj Latifah Marhumah, Silaturahmi Warga NU, dan Tasyakkur Pemilu Aman dan Damai di Pondok Pesantren Darul Musthofa Tanjung Priuk, Jakarta Utara, seperti dilansir NU Online, pada Selasa (23/4).

“Kalau kita tidak segera persiapkan kecerdasan spiritualnya, jangan harap nanti menjadi bonus demografi, tapi berbalik menjadi bencana demografi,” katanya.

Menurut Kiai Miftah, orang yang hanya pintar secara lahiriah dan tidak diiringi kecerdasan spiritual, berpotensi menjadi perusak. Sebagai contoh bagaimana merebaknya hoaks dan tidak sedikit orang yang berpendidikan ikut menyebarkan informasi hoaks. “Orangnya pintar, tapi rusak jiwanya, rusak spiritualnya. Bagaimana tidak ?, sekarang di pilpres kemarin yang namanya hoaks itu hampir jadi makanan sehari-hari dan itu bikin orang bodoh-bodoh,” ucapnya.

Oleh karena itu, tambah dia, NU tidak hanya menginginkan masyarakat pintar, tapi juga masyarakat yang memiliki spiritual kuat. “Nahdlatul Ulama (NU) mementingkan dua hal ini. Saat ini yang kita butuhkan bener dan pinter. Jangan hanya pinter saja, atau bener saja (tapi harus keduanya),” ungkapnya. (aw/NU Online).

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*