Sumber: Kompas.com

Jakarta, LiputanIslam.com– Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Hukum Robikin Emhas menyatakan peristiwa penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, pada Selasa pagi adalah tindakan kriminal serius. Ia menyatakan, bahwa PBNU mengutuk keras pelaku dan dalang peristiwa penyerangan tersebut. Hal itu disampaikan Robikin di Jakarta, pada Selasa (11/4).

Robikin meminta aparat penegak hukum agar memberikan perhatian serius dan segera mengusut tuntas pelaku dan dalang peristiwa tersebut serta mengajak semua pihak untuk terus mengawal proses penegakan hukum (law enforcement) di bidang pemberantasan korupsi.

Menurutnya, teror yang menimpa aparat penegak hukum tidak boleh dibiarkan, baik kepada polisi, jaksa, pengacara maupun hakim. Sebab teror semacam ini berpotensi mempengaruhi independensi penegakan hukum. Terlebih teror ini mengindikasikan adanya upaya corruptor fight back karena merasa terancam oleh KPK.

Robikin juga meminta KPK dan seluruh institusi penegak hukum lainnya tidak gentar dan tetap fokus menjalankan tugas dan wewenangnya masing-masing. Menurutnya, langkah ekstra serius perlu dilakukan bukan hanya untuk mengusut pelaku, tetapi lebih jauh dari itu adalah bagaimana memberikan efek jera kepada mereka yang ingin bermain-main dengan hukum.

Sebagaimana diketahui, penyidik KPK Novel Baswedan diserang usai menunaikan shalat subuh tadi pagi di dekat rumahnya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Novel disiram air keras oleh dua orang tak dikenal. Saat ini Novel Baswedan dipindahkan dari RS Mitra Keluarga ke RS Jakarta Eye Center, Menteng, untuk penanganan medis lanjutan. (Ar/NU Online/Detik).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL