Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menyatakan mendukung atas terbitnya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) tentang pembubaran ormas radikal yang diumumkan Menko Polhukam Wiranto pada beberapa hari yang lalu. Kiai Said mengaku, Nahdlatul Ulama sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia mendukung penuh Perppu tersebut.

“Sekarang saja yang anti-Pancasila sudah 9 persen lebih, yang simpati kepada ISIS sudah 4 persen, bahaya itu kalau dibiarkan,” ujar Kiai Said di sela-sela acara Halaqah Alim Ulama dan Deklarasi Majelis Dzikir Hubbul Wathan di Hotel Borobudur, Jakarta, pada Kamis (13/7).

Kiai Siad mengungkapkan, organisasi kemasyarakatan (ormas) apapun yang mengancam Pancasila harus dibubarkan. Menurutnya, ormas yang dapat membahayakan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus diberantas. Jangan sampai berkembang menjadi besar.

“Mau menggunakan Perppu atau pengadilan bubarkan ormas yang mengancam Pancasila,” tegas Kiai Said Aqil.

Sebelumnya, 14 ormas Islam yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) mendesak pemerintah untuk menerbitkan Perppu tentang Pembubaran ormas radikal. 14 ormas tersebut ialah Nahdlatul Ulama, Al-Irsyad Al-Islamiyah, Al Washliyah, Persatuan Umat Islam (PUI), Persatuan Islam (PERSIS), Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI), Mathla’ul Anwar, Yayasan Az Zikra, Al-Ittihadiyah, Ikatan Dai Indonesia (IKADI), Rabithah Alawiyah, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Nahdlatul Wathan dan Himpunan Bina Mualaf Indonesia (HBMI). (Ar/Republika/NU Online)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL