Sumber: netralnews.com

Jakarta, LiputanIslam.com– Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) HA. Helmy Faishal Zaini kembali menegaskan sikap NU terhadap kelompok yang ingin mengganti dasar negara Pancasila dengan khilafah. Bagi NU, menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sama seperti menjalankan syariat agama karena Pancasila mendasarkan diri pada asas-asas Ketuhanan. Menurutnya, kita bisa bersyariah tanpa harus berkhilafah.

“Dengan demikian, dalam bahasa lain, kita sesungguhnya telah bersyariat tanpa harus berkhilafah,” tegas Helmy di dalam opininya di Harian Kompas yang berjudul Negara Pancasila dan Khilafah, edisi Jumat (2/6).

Helmy menjelaskan bahwa dalam konteks Indonesia, spirit agama sudah diwujudkan dalam berbagai peraturan dan perundang-undangan. Napas serta semangat perundang-undangan dalam masyarakat Indonesia bersumber dari ajaran dan nilai-nilai agama. Oleh karena itu, menurutnya, menjalankan Undang-Undang tersebut, secara substantif sejatinya sama saja dengan menjalankan syariat Islam.

Ia mengungkapkan, bahkan beberapa Undang-Undang dan peraturan bersumber dan dibuat untuk kemaslahatan umat Islam. “Sebut saja UU Peradilan Agama, Kompilasi Hukum Islam, UU Pengelolaan Zakat, dan UU Penyelenggaraan Zakat,” ujar Helmy.

Pada kesempatan itu, ia juga menerangkan bahwa dasar negara Indonesia yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa menunjukkan, Indonesia tidak memisahkan hubungan agama dengan kekuasaan. Menurut Sekjen Helmy, Kekuasaan harus dijalankan dengan landasan serta spirit nilai-nilai agama. (Ar/NU Online).

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL