Sumber: bogor.tribunnews.com

Jakarta, LiputanIslam.com– Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) mengapresiasi upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia yang berhasil membebaskan Siti Aisyah dari jeratan hukuman mati di Malaysia. Ketua PBNU bidang Hukum, HAM dan Perundang-Undangan, Robikin Emhas meyakini kebebasan Siti Aisyah diperoleh dengan penuh perjuangan yang dilakukan semua pihak.

“Sebagai lawyer (pengacara), saya percaya putusan ini diperoleh dengan penuh perjuangan. Justice for all (keadilan untuk semua). Keadilan layak diterima oleh setiap orang. Tak pandang bulu,” katanya di Jakarta, pada Senin (11/3).

Menurutnya, Siti Aisyah tidak berniat membunuh Kim Jong-nam. Perbuatannya tidak lebih dari sekadar adegan-adegan dalam sebuah reality show, tetapi kemudian menyebabkannya berstatus terdakwa sebelum akhirnya dibebaskan. “Intinya perempuan itu (Siti Aisyah) hanya diperalat orang lain tanpa disadarinya. Demikian pula, Siti Aisyah juga tidak mendapat keuntungan apa-apa dari perbuatannya,” ungkap Robikin.

PBNU sangat mengapresiasi sikap pemerintah Indonesia dalam melindungi WNI. “Semangat melindungi warga negara, di mana pun berada, yang dilakukan pemerintah patut diapresiasi,” tambahnya.

Sebelumnya, Siti Aisyah menjadi salah satu tersangka dalam kasus pembunuhan Kim Jong-Nam (kakak tiri pemimpin Korea Utara) di Malaysia pada 13 Februari 2017. Saat ini, Siti Aisyah menerima putusan di Pengadilan Tinggi Shah Alam, Malaysia. Dalam putusannya, Hakim Azmin mengabulkan permohonan jaksa mencabut dakwaan pembunuhan yang sebelumnya dijeratkan terhadap Siti Aisyah. (aw/republika).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*