Sumber: nusantaranews.co

Jakarta, LiputanIslam.com– Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII), Agus Mulyono Herlambang menyampaikan bahwa pihaknya turut berduka cita atas banyaknya petugas Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang meninggal dalam menjalankan tugasnya. Penyebabnya adalah para petugas mengalami kecelakaan, teror, dan kelelahan.

“Keluarga besar PMII turut berbelasungkawa atas duka yang menimpa penyelenggara pemilu khususnya KPPS, dan juga aparat kepolisian yang harus gugur dalam menjalankan tugas kepemiluan ini,” ucapnya di Jakarta, pada Senin (22/4).

Menurut Agus, menegakkan demokrasi dan menjalankan semua tahapan dalam pemilu bukanlah hal yang mudah. Bahkan, tahun ini Pemilu harus memakan korban. Oleh karena itu ia meminta semua pihak agar menghormati hasil Pemilu. Jika ada kejanggalan atau kecurangan, maka hendaknya menempuh mekanisme yang sudah ada.

“Di NKRI ini setiap persoalan ada mekanisme hukum yang mengaturnya. Jadi lebih baik kita gunakan mekanisme hukum itu. Jangan melakukam hal-hal yang berpotensi membuat situasi bangsa menjadi tidak kondusif,” tandasnya.

Komisioner KPU Viryan Aziz di kantor KPU Jakarta Pusat pada Selasa (23/4) mengatakan, berdasarkan update terbaru hari ini hingga pukul 16.30 WIB jumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia tercatat 119 orang. “Datanya bertambah, 119 meninggal dunia, 548 sakit, tersebar di 25 provinsi,” katanya.

“Berdasarkan data yang kami himpun hingga pukul 16.30 WIB, petugas kami yang mengalami kedukaan ada 667 orang (total meninggal dan sakit),” tandasnya.

“KPU sudah membahas secara internal terkait dengan santunan yang akan diberikan kepada penyelenggara pemilu yang tertimpa musibah. Dengan memperhitungkan berbagai macam regulasi asuransi BPJS, kemudian masukan-masukan dan catatan yang selama ini diberlakukan,” ungkap Ketua KPU Arief Budiman, pada Senin (22/4) kemarin. (aw/detik/NU Online).

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*