Sumber: kumparan.com

Yogyakarta, LiputanIslam.com– Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengajak semua pihak pasca Pilkada DKI untuk bersatu kembali membangun umat dan bangsa. Menurutnya, kedua pasangan calon yang berlaga di Pilkada DKI putaran kedua dan seluruh pendukungnya, harus mengedepankan jiwa kenegarawanan. Hal itu disampaikan Haedar di Yogyakarta, seperti dilansir suaramuhammadiyah.id, pada Kamis (27/4).

Haedar Nashir juga memuji kedua pasangan calon yang telah menunjukkan sikap sportifitasnya yang baik. “Pasangan Ahok-Djarot juga telah mengucapkan selamat dan akan menyelesaikan urusan pemerintahan dengan sebaik-baiknya. Mereka yang menang bersyukur kepada Allah SWT dan menunjukkan sikap yang bijak, tidak perlu jumawa. Mereka yang kalah pun legawa dan menunjukkan sikap sportif seperti pemimpinnya. Dengan demikian semuanya kembali hidup bersama secara rukun dan saling bekerjasama untuk kemajuan DKI dan Indonesia,” ucapnya.

Haedar juga mengingatkan semua warga agar tidak mereproduksi ujaran, isu, dan tulisan yang tidak membawa suasana kondusif. “Hal-hal kurang baik dari siapapun yang sudah berlalu dalam proses kontestasi  Pilkada menjadi pelajaran semua pihak untuk ke depan, tidak perlu terus didaur-ulang. Hujatan, kafir mengkafirkan, dan sebutan-sebutan lain yang bernada cemoohan kepada pihak manapun sebaiknya dihentikan,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, ia juga mengajak semua pengguna media sosial untuk lebih mengedepankan pesan-pesan kebaikan. Bahkan, menurut Haedar, untuk mencegah yang munkar sekalipun harus dengan cara yang baik. “Melalui WA atau media sosial dan media apapun sebaiknya kedepankan ujaran, pernyataan, dan sikap yang menyebarkan pesan-pesan kebaikan. Kalaupun diperlukan menyuarakan nahy munkar sampaikan dengan ujaran dan cara yang ma’ruf,” kata Haedar.

“Tunjukkan bahwa umat Islam dan warga Muhammadiyah itu santun, bijak, pemaaf, dan cerdas sebagai aktualisasi berakhlak mulia kepada sesama. Termasuk  terhadap mereka yang berbeda agama, golongan, dan pandangan. Energi kebajikan akan memantulkan kebajikan kepada diri kita dan lingkungan semesta,” tambahnya.

Terakhir, Haedar mengimbau semua pihak untuk lebih fokus berkerja, bukan cuma banyak bicara. “Umat Islam dan warga Muhammadiyah memiliki banyak pekerjaan rumah dan agenda-agenda penting yang harus ditunaikan. Meningkatkan kualitas sumberdaya insani, kualitas pendidikan, kemandirian ekonomi, pengentasan kemiskinan dan kaum dhuafa, penguatan politik kolektif, dan agenda strategis maupun praksis lainnya terentang di depan. Bekerja itu lebih sulit ketimbang bicara, sehingga Muhammadiyah memiliki tradisi luhur sedikit bicara banyak bekerja,” tuturnya. (Ar/Suara Muhammadiyah).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL