Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama (Fatayat NU), Anggia Ermarini mengajak semua kadernya untuk menjadi pendamai antara warga yang berselisih karena perbedaan pilihan politik pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Menurutnya, pasca Pemilu ketegangan dan keretakan antar warga, antar tetangga tidak boleh dibiarkan.

“Fatayat harus mengambil peran besar menjadi pendamai pascapemilu 2019. Banyak sekali situasi yang tidak kita harapkan. Ini adalah tugas kita bersama,” ucapnya pada acara Tasyakuran di Gedung PBNU Jakarta, pada Rabu (24/4).

Semua elemen masyarakat seharusnya berjalan beriringan untuk Indonesia maju meskipun beda pilihan politik. “Maka momentum ini marilah melihat kembali apa dan yang telah dilakukan untuk kemaslahatan bersama. Fatayat harus menjadi terdepan menghilangkan sekat-sekat yang ada,” katanya.

Menurutnya, saat ini masyarakat seharusnya menyerahkan urusan penghitungan suara kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan tetap mengawasinya.  “Mari kita percayakan kepada KPU untuk menyelesaikan sesuai mekanisme,” ujarnya Anggia.

Pada kesempatan itu, hadir juga Ketua Umum Fatayat NU 2000-2005 dan 2005-2010 Hj Maria Ulfah Anshor, Ketua 1 PP Muslimat NU Hj Sri Mulyati, Persatuan Gereja Indonesia (PGI), Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Komunitas Wanita Hindu Darma Indonesia (WHDI) Ahmadiyah, Kopri PB PMII, dan PP IPPNU. (aw/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*