Sumber: tribunnews.com

Jakarta, LiputanIslam.com– Para tokoh lintas agama yakni dari Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghucu mendeklarasikan penolakan mereka terhadap tindakan intoleransi. Deklarasi tersebut disepakati pada acara Sarasehan Lintas Agama bertema “Merawat Kebhinekaan Menumbuh kembangkan Toleransi Antarumat Beragama dan Menolak Gerakan Intoleran” di gedung PBNU, Jakarta, pada Rabu (27/9).

Berikut isi deklarasi penolakan terhadap intoleransi tersebut:

Kami umat beragama di Indonesia, sepakat berkomitmen untuk konsisten menjunjung toleransi antarumat agama dan senantiasa saling menghormati.

Kami umat beragama di Indonesia, sepakat menjaga Pancasila sebagai ideologi negara serta mengamalkan dalam keteladanan sikap.

Kami umat beragama di Indonesia, sepakat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk final untuk bangsa dengan nilai-nilai kebinekaan sebagai acuan berbangsa dan bernegara.

Kami umat beragama di Indonesia, sepakat membangun ekonomi bersama untuk kesejahteraan umat menuju kemaslahatan warga yang makmur dan beradab.

Kami umat beragama di Indonesia, sepakat menjaga keseimbangan, menolak sikap intoleran menghilangkan kesenjangan sosial demi kemaslahatan berbangsa.

Jakarta, 27 September 2017           

Sementara, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj dalam sambutannya, mengimbau kepada tokoh lintas agama dan masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan isu-isu yang belum jelas kebenarannya. Apalagi menurut Kiai Said, sekarang ini merupakan tahun menjelang tahun politik.

“Tahun depan, ada tahun politik, pilkada dimana-mana, 2019 pilpres, goreng-gorengan sangat panas. Dari sekarang sadar ya, jangan sekali terprovokasi. Sekali lagi, kita waspada menjelang tahun politik, pasti suasan akan panas,” ungkapnya. (Ar/NU Online).

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL