Aplikasi-Siaga-Banjir

APLIKASI SIAGA BANJIR

Jakarta, LiputanIslam.com — Banjir kembali menyapa Jakarta. Sebagaimana yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, air kembali menggenangi beberapa titik ibukota, termasuk Istana Negara. Tingginya curah hujan, dan tidak disiplinnya penduduk dalam mmebuang sampah, merupakan faktor-faktor penyebab banjir. Namun yang tak kalah penting, Jakarta dipadati dengan berbagai bangunan dan tidak memiliki pepohonan yang cukup untuk menyerap air hujan.

Banjir telah melumpuhkan sebagian aktivitas warga. Dan berangkat dari kepedulian terhadap masalah ini, sejumlah mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (UI) yang terdiri atas Fauzan Helmi Sudaryanto, Riska Fadilla, Rasmunandar Rustam, Taufan Satrio, Caraka Nur Azmi, dan Enreina Annisa Rizkiasri membuat suatu aplikasi bernama “Siaga Banjir.”

Dari keterangan situs resmi UI, 10 Februari 2015, Siaga Banjir adalah perangkat lunak yang dapat digunakan di semua media komunikasi dengan platform Android serta dapat diunduh secara gratis di Google Play. Untuk mengakses pelayanan berbasis web dari aplikasi ini, pengguna dapat mengaksesnya melalui alamat http://siagabanjir.org.

Dengan aplikasi ini, pengguna bisa memantau kondisi terkini 14 pintu air di Jakarta (termasuk perubahan ketinggian air dan lokasi pintu air). Aplikasi Siaga Banjir diharapkan dapat memberikan peringatan dini bagi pengguna berdasarkan tempat tinggal mereka.

Aplikasi Siaga Banjir mengambil data kondisi pintu-pintu air DKI Jakarta dari situs resmi Pusat Kendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Ini adalah bentuk kerja sama kami dengan Pemprov DKI yang telah mendapat persetujuan dari Pak Ahok langsung,” ujar Product Manager Siaga Banjir, Fauzan Helmi.

Apa saja fitur utama yang disediakan oleh Siaga Banjir?

Peta Lokasi Banjir Jakarta
Siaga Banjir mengumpulkan laporan banjir dari Twitter dan memetakannya ke dalam peta Google Maps. Sistem Siaga Banjir kemudian akan mendeteksinya dan dalam beberapa waktu akan muncul di peta. Pengguna dapat melakukan pencarian lokasi banjir melalui kotak pencari yang tersedia. Warga dapat berkontribusi memberikan laporan dengan cara menulis tweet dengan menyertakan tagar #siagabanjir dan menyebutkan lokasi banjir. Selain itu, warga dapat menginformasikan lokasi banjir melalui aplikasi Path dengan menyertakan kata “banjir” dan membagi info tersebut ke Twitter.

Database Posko Bantuan Banjir
Selain berisi laporan banjir, Siaga Banjir juga memetakan lokasi posko bantuan yang tersebar di Jakarta. Info yang ditampilkan mencakup kuota posko, jenis bantuan yang dibutuhkan, dan nomor kontak posko tersebut. Hal ini ditujukan untuk memudahkan distribusi dan pemerataan bantuan di seluruh Jakarta.

Notifikasi Banjir Berdasarkan Lokasi
Dengan fitur ini, pengguna dapat mendaftarkan nama lokasi yang ingin dipantau dan memilih periode pengiriman notifikasi yang diinginkan. Jika terdapat banjir dalam radius 2,5 km dari lokasi yang dipantau, pengguna akan mendapatkan notifikasi melalui surel. Layanan ini hanya tersedia di fitur premium sebagai upaya menggalang dana untuk korban banjir. Senilai 70% dari total dana yang diperoleh dari fitur ini akan didonasikan ke Dompet Dhuafa. Donasi dan dukungan untuk tim Siaga Banjir dapat diberikan melalui http://kitabisa.com/siagabanjir.

Selama 8 bulan terakhir, aplikasi Siaga Banjir telah mendapatkan 4 penghargaan nasional dan 2 penghargaan internasional, termasuk Overall Winner pada Hackathon di Startup Asia Jakarta 2014 dan Grand Prize Winner pada Code for Resilience di London, UK. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL