Sumber: nu.or.id

Pasuruan, LiputanIslam.com– Istri mantan Presiden Republik Indonesia KH Abdurrhaman Wahid (Gus Dur), Nyai Hj Shinta Nuriyah mengingatkan semua pihak akan pentingnya persaudaraan  antar sesama anak bangsa dan umat manusia. Ia mengajak masyarakat untuk saling menghormati dan menghargai perbedaan serta menguatkan tali persaudaraan sesama warga Indonesia.

“Kita memiliki perbedaan. Ada yang suku Jawa, Batak, Dayak, dan lainnya. Ada yang Agamanya Islam, Kristen, Hindu, Budha, Konghucu, Baha’i, dan banyak lagi. Tapi kita semua tinggal dimana? di Indonesiakan. Berarti kita Saudara,” ungkapnya pada acara Sahur Keliling 2018 di Masjid Nurul Huda Dusun Wonosunyo Desa Wonosunyo, lereng Gunung Penanggungan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, seperti dilansir NU Online, pada Selasa (05/6).

Menurutnya, salah satu tanda  bersaudara itu ialah saling menghormati dan menghargai. “Kalau kita bersaudara, pantaskah kita saling menghina? Pantaskah kita saling memfitnah? Pantaskah kita saling bermusuhan? Harusnya sebagai saudara, kita saling apa? Saling menghormati, saling manyanyangi, dan saling tolong menolong,” ucapnya.

Sementara Sekretaris IKAPMII Pasuruan, Jauharul Lutfi menyampaikan alasan pemilihan lokasi tersebut dikarenakan mayoritas masyarakat Wonosunyo tergolong masyarakat bawah, yang menjadi sasaran kepesertaan di kegiatan Rutin Sahur Keliling Keluarga Ciganjur tersebut.

“Masyarakat yang ada di sini mayoritas adalah masyarakat bawah; masyarakat buruh tani dan buruh pabrik. Penting sekali untuk menyapa dan mengajak mereka merefleksikan kembali nilai-nilai persaudaraan dan persatuan bangsa,” ujarnya.

“Semoga acara ini cukup efektif menjalin tali silaturahmi antar anak bangsa dan menjadi pengingat bahwa negeri ini ada karena persatuan di atas keberagaman”, tambah Lutfi. (ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*