Sumber: nu.or.id

Jakarta, Liputanislam.com– Istri mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Nyai Shinta Nuriyah Wahid mengatakan bahwa para penyandang disabilitas membutuhkan hak-haknya dipenuhi, buka belas kasihan. Sebab, selama ini masyarakat masih menganggap kalangan disabilitas sebagai orang sakit yang butuh kasih sayang.

Hal itu disampaikan Nyai Shinta pada acara peluncuran buku Fiqih Disabilitas oleh Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta Pusat, seperti dilansir NU Online, pada Jumat (30/11).

“Sekali lagi, orang berkebutuhan khusus (disabilitas) tidak perlu dikasihani, tapi perlu dipenuhi hak-haknya sebagai manusia seutuhnya,” ucapnya.

Menurut Nyai Shinta, sejak 1990-an dirinya aktif memberikan penguatan kepada kalangan disabilitas. “Kami dulu keliling Indonesia memberikan kursi roda ke mereka bukan Cuma-Cuma. Kita minta mereka membayar hanya Rp.25.000. Hal ini tidak ditujukan untuk menarik uang itu, tapi semata bahwa kursi ini tidak dibagikan cuma-cuma,” ungkapnya.

Hal itu dilakukan untuk menghadirkan persepsi di kalangan disabilitas bahwa fasilitas yang mereka dapatkan dari kami bukan dibagikan atas dasar kasihan. “Kita ingin mereka sadar bahwa kursi roda itu dibeli dengan jerih payah mereka. Pasalnya mereka tidak perlu dikasihani. Ini paradigmanya,” terangnya.

Pada kesempatan itu, ia juga menceritakan pada tahun 2000 ketika Gusdur menjadi preisden, pihaknya pernah membuat Gerakan Aksesibilitas Umum Nasional (GAUN). “Tapi ketika Gus Dur turun, semua gerakan itu ikut turun. Yang tersisa hanya lift. Itu pun digunakan oleh mereka yang nondisabilitas. Kita yang disabilitas harus antre dengan mereka. Artinya kesadaran masyarakat masih rendah,” tambah Nyai Shinta. (ar/NU Online).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*