Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui salah satu lembaganya LAZISNU terus berupaya memberdayakan ekonomi umat. Manajer Fundraising NU Care-LAZISNU, Nur Rohman mengaku bahwa lembaganya saat ini terus mendorong dan menggalakan program Gerakan Belajar Zakat Sebelum Nishab.

“Sejak kecil kita diajarkan oleh orangtua atau guru ngaji tentang shalat, tata cara berwudlu, belajar berpuasa, bahkan sekarang ada manasik haji. Tapi, kita jarang sekali diajarkan tentang keutamaan berzakat. Padahal sama-sama rukun Islam,” ucapnya pada acara Fundraising Inovation 2018 di kantor BAZNAS, Jakarta, seperti dilansir NU Online, pada Sabtu (27/1).

Rahman mengatakan bahwa zakat merupakan ibadah yang tidak hanya berdampak pada kesucian harta muzaki, melainkan juga pada keberkahan atau kebermanfaatan harta itu sendiri. Oleh karena itu, menurutnya zakat juga perlu diajarkan sejak dini.

“Ada hablumminallah, juga hablumminannas. Kita diajarkan untuk peduli dan berbagi dengan saudara-saudara yang kurang beruntung dari segi materi. Maka itu, Gerakan Belajar Zakat juga perlu diajarkan sejak dini, atau bisa kita sebut dengan bersedekah,” ujarnya.

Dalam tubuh NU sendiri, lanjut dia, ada tiga pilar utama yang menjadi pijakan dalam berdirinya NU. Ketiga pilar itu ialah Nahdlatul Wathan (wawasan berbangsa dan bernegara), Tashwirul Afkar (pengembangan dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan), dan Nahdlatul Tujjar (perwujudan dari pengembangan ekonomi umat).

“Kita ingin kembalikan semangat itu di era sekarang. Khusus untuk pengembangan ekonomi telah hadir gerakan yang masif. NU di Sukabumi dengan klinik ZIS, dan kini sedang ramai di Sragen dengan pembangunan rumah sakit NU. Keduanya berangkat dari gerakan belajar zakat sebelum nishab. Masyarakat di kedua daerah tersebut berlomba-lomba memajukan ekonomi daerah mereka masing-masing,” jelasnya. (Ar/NU Online) .

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*