Sumber: nu.or.id

Semarang, LiputanIslam.com– Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Semarang H Anasom menyampaikan, bahwa setiap negara yang kuat pasti memiliki akar tradisi yang kuat. Apabila akar tradisi itu hilang, pasti negara menjadi lemah dan  mudah dijajah. Oleh karenanya, menurut Anasom di antara tradisi yang harus dijaga itu adalah pencak silat, yakni seni beladiri asli Nusantara.

“Kita keluarga besar Nahdliyin harus mempertahankan akar tradisi rakyat. Dengan nilai Islam yang kita punya, tradisi bangsa kita menjadi semakin kuat dan menopang negara ini agar tidak goyah atau bahkan hancur,” ujarnya saat menjelang Pembukaan Pelantikan Pengurus, Raker dan Pelatihan Pelatih Tahap I Pencak Silat NU Pagar Nusa Kota Semarang, di Gedung Balaikota Semarang, pada Minggu (6/8).

Anasom menjelaskan bahwa Pencak Silat merupakan tradisi bangsa yang harus tetap dijaga dan diwariskan.”Dulu di setiap pesantren ada pelatihan pencak silat, itu jadi basis perjuangan para pahlawan bangsa. Tradisi ini jangan sampai hilang. Maka saya minta semua pesantren dan sekolah berbasis NU harus ada latihan Pagar Nusa,” ucapnya.

Perjuangan bangsa Indonesia merebut kemerdekaan dari penjajah tidak lepas dari tradisi yang dimiliki. Para pejuang merupakan orang-orang yang memiliki kemampuan pencak silat yang handal. “Para pahlawan kita itu adalah para jawara pencak silat. Pencak silat menjadi modal utama melawan penjajah sehingga behasil merebut kemerdekaan,” ungkapnya.

Seperti dilansir NU Online, Badan Otonom Nahdlatul Ulama yang concern pada pencak silat, Pagar Nusa NU, saat ini sedang membuka pendaftaran latihan silat bersama dengan tema “Tetaplah Menjadi Kita, Menjadi Indonesia,”. Pendaftaran di buka mulai  7 sampai 17 Agustus 2017 di Sekretariat Pimpinan Pusat Pagar Nusa di lantai 7 gedung PBNU, Jalan Kramat Raya Nomor 164 Jakarta Pusat.

Menurut narahubung Latihan Silat Bersama Pagar Nusa NU Sirojuddin, agenda ini gratis dan untuk umum. Jadi, siapa pun bisa dan boleh ikut mendaftar. Agenda ini diselenggarakan dengan maksud untuk memperkuat keindonesiaan masyarakat Indonesia melalui pencak silat. “Sesuai tema, acara ini bertujuan untuk penguatan keindonesiaan lewat budaya pencak silat,” katanya. (Ar/NU Online).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL