Sumber foto: Lensa Indonesia

Sumber foto: Lensa Indonesia

Surabaya, LiputanIslam.com — Nahdlatul Ulama (NU) diminta menjaga dan melestarikan cagar budaya peninggalan Resolusi Jihad, agar tetap menjadi bukti untuk generasi yang akan datang tentang nasionalisme para ulama pada era revolusi perjuangan di Surabaya.

Hal ini diungkapkan oleh pengamat sejarah NU, Drs. H Choirul Anam, dalam peringatan 70 tahun Resolusi Jihad yang diselenggarakan Bina Pemuda Jawa Timur dan Museum NU Surabaya. Acara ini digelar di halaman Museum NU, Surabaya, pada Sabtu malam (21/11/2015).

Menurutnya, NU harus melestarikan cagar budaya peninggalan para ulama seperti halnya gedung markas besar ulama di sekitar Waru Sidoarjo.

“Dulu di sekitar Waru ada MBO (Markas Besar Oelama) tempat berkumpulnya para ulama yang diupimpin Mbah Wahab (KH Wahab Chasbullah) untuk perjuangan 10 November 1945, Mbah Wahab yang mengkoordinir para kyai sepuh disitu,” ujarnya

Pria yang akrab disapa Cak Anam menyebutkan, pada era Walikota (alm) Sunarto, ia meminta agar rumah di Waru itu dibeli untuk dijadikan bukti sejarah. Rumah itu dibeli lalu diberikan kepada NU Surabaya.

Sun tzu“Sekarang nggak tahu gimana nasibnya, saya berharap NU merawat gedung bersejarah tersebut,” tambahnya, seperti dikutip dari Lensa Indonesia.

Selain itu, pihaknya berharap momentum Resolusi Jihad yang dicetuskan para ulama NU pada tahun 1945, hendaknya dijadikan semangat para generasi muda NU untuk menghidupkan kembali berbagai kegiatan bernilai budaya Islam Ahlusunnah Wal Jamaah guna menumbuhkan kembali rasa nasionalisme.

“Nilai-nilai Aswaja harus ditumbuhkan lagi di Surabaya, seperti kegiatan manakiban atau lailatul ijtima, karena hal ini menjadi salah satu ciri khas NU. Dahulu, para kyai memanfaatkan kegiatan tersebut untuk menumbuhkan rasa nasionalisme kebangsaan.”

Peninggalan sejarah suatu bangsa memiliki arti yang sangat penting. Sebagaimana yang pernah ditulis oleh Sun Tzu dalam karyanya ‘The Art of War’, bahwa untuk menaklukkan sebuah bangsa tak perlu  kirim ratusan ribu pasukan, cukup hapus kebesaran leluhur bangsa itu dari ingatan generasi mudanya. Pertanyaan untuk kita semua, siapakah kelompok yang selama ini gemar merusakkan peninggalan sejarah, membongkar dan menghancurkan makam, di Indonesia maupun di negara-negara lainnya? (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL