Sumber: id.wikipedia.org

Jakarta, Liputanislam.com– Kepala Sekolah Pancasila Forum Nasional Bhineka Tunggal Ika, Syaiful Arif mengatakan bahwa kelompok Salafi Wahabi dan radikalisme saat ini terus berupaya mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi lain. Bahkan berdasarkan survei, perkembangan masyarakat saat ini tentang paham kebangsaan dan ideologi Pancasila mulai mencemaskan. Oleh karena itu, Arif mengingatkan negara harus hadir dan serius melakukan penguatan paham ideologi Pancasila kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan  Arif pada acara Overview dan Outlook Penanganan Terorisme di Indonesia di Universitas Indonesia (UI) Jakarta Pusat, pada Selasa (22/1).

“Jadi mereka (kelompk salafi/wahabi) memang dengan terang-terangan mengkafir-kafirkan Pancasila karena Pancasila ini ideologi nasional yang harus diubah dengan ideologi Islam,” ucapnya.

Arif menyampaikan, berdasarkan survei yang dirilis Alvara Research Center pada 2017, hasilnya sebanyak 15 persen dari responden menghendaki Islam sebagai ideologi negara dan 80 persen masih menginginkan Pancasila. “Ini hal yang patut menjadi keprihatinan kita bersama karena memang islamisme telah bergeser dari gerakan-gerakan radikal menjadi sentimen keumatan yang berkembang di wilayah masyarakat secara umum,” ujarnya.

Menurutnya, angka 15 persen itu merupakan angka yang mengkhawatirkan. Negara harus serius menangani persoalan ini. Wawasan kebangsaan dan paham ideologi Pancasila harus dikuatkan kembali. Negara juga harus mampu menjelaskan bahwa mengamalkan dan menerima Pancasila sebagai dasar negara, itu sama saja dengan kita mengimani dan mengamalkan Islam.

“Nah ini adalah salah satu problem dari perlunya penguatan wawasan kebangsaan dan deradikalisasi,” tandasnya. (aw/NU Online).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*