Sumber: nu.or.id

Jember, LiputanIslam.com– Guru Madrasah Mathali’ul Falah Kajen Pati, KH Muhammad Ghufron Wahid mengatakan bahwa sebenarnya hoaks itu sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW. Dahulu disebut fitnah, sekarang hoaks. Intinya adalah berita bohong, fitnah, kabar palsu dan sejenisnya. Hanya saja menurutnya, Nabi menghadapi hoaks dan berita bohong dengan tenang, Nabi balas dengan kasih sayang.

Hal itu disampaikan Kiai Ghofrun saat dirinya menjadi narasumber pada diskusi publik “Membentengi Pesantren dan Masyarakat dari Sikap Intoleransi, Hoaks dan Paham Radikal” di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Taman Baru, Desa Glagahwero,  Kalisat,  Jember, Jawa Timur, pada Senin (23/7).

“Belajar dari kisah hidup Nabi Muhammad, cara terbaik mengatasi hoaks dan radikalisme adalah kasih sayang. Membalas kejahatan dengan kebaikan,” ucapnya.

Kiai Ghofrun menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah  diterpa isu hoaks. Yaitu terkait dengan berita perselingkuhan istrinya, Siti Aisyah Ummul mukminin ini dituduh berselingkuh dengan seorang sahabat bernama Shafwan bin Al-Mu’aththal As-Sullami Azdz-Dzakwani. Kabar hoaks tersebut disampaikan orang munafik dan tersebar begitu.

Bahkan kabar tidak jelas tersebut sempat menimbulkan kegoncangan di kalangan umat Islam saat itu, hingga akhirnya turun ayat yang membantahnya. “Itu hoaks, karena kenyaatannya memang tidak ada perselingkuhan,” ungkapnya. (ar/NU Online).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*