Sumber: kabarnesia.com

Cirebon, LiputanIslam.com– Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Adib Rofiuddin ikut prihatin atas terjadinya peristiwa serangkaian aksi terorisme di beberapa daerah di Indonesia belakangan ini. Menurutnya, aksi teroris tersebut merupakan bentuk kegagalan dalam memahami agama. Aksi teroris karena gagalnya dalam membangun mental spiritual dan gagal dalam memahami agama.

“Terorisme dan kekerasan karena pembangunan mentalnya kurang. Mereka (Teroris) gagal paham tentang masalah agama,” tegasnya saat menerima kunjungan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di kediamannya di Buntet Pesantren, Cirebon, Jawa Barat, seperti dilansir NU Online, pada Senin (21/5).

Kiai Adib menegaskan bahwa aksi teroris tersebut bertentangan dengan ajaran Islam. Sebab, Nabi SAW sendiri mengajarkan kedamaian, ketenangan, ketenteraman, dan kesejahteraan. Kiai Adib juga menyampaikan pentingnya membangun mental spiritual. “Pembangunan pertama adalah pembangunan mental spiritual untuk meningkatkan akhlak dan amaliah,” ucapnya.

Sementara Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menyampaikan harapannya agar para santri dapat menjadi tenaga transportasi, seperti pilot dan nakhoda. Menurutnya, penanaman karakter para santri oleh para kiai yang teduh dibutuhkan dalam menjalankan amanah dari masyarakat dan umat.

Selain itu, kunjungannya ke Buntet Pesantren dalam rangka mewujudkan keinginan belajar. “Pengen belajar dari kiai karena membuat satu tempat itu bermakna dan berguna bagi masyarakat,” ujarnya. (ar/NU Online).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*