Sumber: nu.or.id

Bogor, LiputanIslam.com– Ketua Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (Muslimat NU), Hj Nur Hayati Said Aqil Siroj menyampaikan agar kesejahteraan hendaknya bukan sekadar slogan, tapi harus diwujudkan.  Pernyataan itu ia sampaikan saat membuka “Pembelajaran Pelayanan Sosial Dasar” di Pondok Pesantren Sunanul Huda, Desa Kalong 1, Leuwiliang, Bogor Jawa Barat, pada Senin (7/8).

“Muslimat NU periode 2016-2021 memiliki agenda besar yaitu ‘Perempuan Indonesia Sejahtera dan Religius’. Kesejahteraan bukan hanya slogan, tetapi harus bersama-sama kita wujudkan,” ujarnya.

Nyai Nur Hayati menyebutkan bahwa realitas jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai lebih dari 27 juta orang. Ada sekitar 228 dari 100.000 ibu meninggal dunia, dan 5 juta lebih jumlah perempuan yang buta aksara. “Populasi ini bertebaran di seluruh daerah dan desa tertinggal di Indonesia,” ungkapnya.

Nyai Nur Hayati juga menjelaskan, bahwa aspek sejahtera dimaknai dalam dua segi, yakni sejahtera secara spiritual atau rohani dan secara lahir atau materiil. Dari sisi rohani sejahtera terukur apabila mental sehat, sehingga seseorang dapat melaksanakan ibadah mahdlah maupun sosial secara konsisten, teguh dalam iman dan takwa. Sementara, kesejahteraan materi kita mudah mengukurnya yaitu cukup sandang, pangan, dan papan. “Insyaallah jika ini tercukupi maka akan mengalirkan ketenangan  dalam beribadah,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, ia juga menguraikan tentang Pembelajaran Pelayanan Sosial Dasar yang merupakan salah satu upaya untuk menerjemahkan secara konkret agenda tersebut. Menurut Nyai, terdapat empat hal yang menjadi capaian yaitu penguatan kapasitas kelembagaan mininimal dan aktif Ranting Muslimat NU di Desa Kalong 1; tebangunnya revitalisassi PAUD; terbentuknya kader kesehatan; terbentuknya kelompok usaha bersama yang memungkinkan menjadi bakat dan minat warga Desa Kalong yaitu menjahit. (Ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL