Sumber: nu.or.id

Jakarta, Liputanislam.com– Direktur Musdah Raya Foundation, Musdah Mulia mengatakan bahwa perempuan perlu dibekali dengan literasi damai. Sebab, saat ini perempuan tidak hanya sebagai korban, tetapi juga mulai sering dijadikan pelaku dan agen kekerasan terorisme.

“Harus ada gerakan pencerahan terutama untuk istri dan anak-anak perempuan,” ucapnya pada peluncuran dan bedah buku Perempuan dan Terorisme, di Gramedia Matraman, Jakarta Pusat, seperti dilansir NU Online, pada Minggu (13/1).

Musdah menilai penting bagi semua pihak untuk meningkatkan literasi agar bisa menanggulangi doktrinasi teroris. Upayanya, melalui konter ideologi yang mengarah pada narasi-narasi kekerasan. Hindari kebencian dan permusuhan terhadap orang yang berbeda dengan kita.

“Waspadai perilaku intoleran di masyarakat. Karena itu awal dari apa yang dihadapi di Syiria. Jangan pernah memandang enteng perilaku intoleran sekecil apapun. Intoleran yang dimaksud sehari-hari seperti kebencian dan permusuhan karena perbedaan,” katanya.

Belakangan ini, lanjut dia, mulai ada upaya sistematis yang melibatkan perempuan dalam gerakan terorisme. “Islam tidak pernah mengajarkan kepatuhan istri terhadap suami yang teroris,” tegasnya. (ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*