Sumber: jawapos.com

Surabaya, LiputanIslam.com– Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur (PWNU Jatim), KH M Hasan Mutawakkil Alallah ikut menanggapi munculnya kekerasan yang bernuansa agama, yakni penganiayaan pemuka agama dan penyerangan tempat ibadah yang terjadi pada akhir-akhir ini. Namun ia meminta masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi.

“Masyarakat dan nahdliyyin (warga NU) tetap tenang, waspada, jangan terprovokasi, serta tidak perlu mengambil tindakan sendiri yang malah menimbulkan keresahan,” ucapnya di Surabaya, Jawa Timur, pada Senin (19/2).

Kiai Hasan mendesak agar pihak kepolisian bersungguh-sungguh mengusut tuntas siapa dan apa di balik semua insiden penyerangan pemuka agama dan rumah ibadah tersebut. Ia menyerahkan permasalahan itu kepada aparat kepolisian sebagai pemegang otoritas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menurutnya, polisi dan NU mempunyai visi dan tujuan sama yaitu, menciptakan rasa aman, ketertiban, dan harmonis di tengah masyarakat dalam membingkai NKRI yang berdasarkan Pancasila. “Ini demi terwujudnya cita-cita nasional dari para pendiri bangsa yakni terciptanya masyarakat yang adil, makmur, sentosa, selalu dalam lindungan dan mendapatkan rahmat Allah,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Kiai Hasan juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menanggapi berbagai informasi di media. “Sebagai umat beragama di tengah banyaknya informasi dan opini yang berseliweran terutama di media sosial, hendaknya kembali pada tuntunan agama untuk senantiasa melakukan klarifikasi atau tabayyun,” ucapnya. (Ar/NU Online).

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*