Sumber: nu.or.id

Jakarta, Liputanislam.com– Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma’ruf Amin menyampaikan pentingnya gerakan pemberdayaan ekonomi umat. Menurutnya, gerakan ekonomi umat harus digalakkan. Hal itu ia sampaikan saat memberikan arahan jelang simbolisasi Penyerahan Zakat Baznas kepada LAZ Ormas di Gedung MUI Pusat, Jakarta, pada Senin (19/02).

“Potensi umatnya masih lemah, karena itu MUI melakukan gerakan pemberdayaan ekonomi umat melalui isu yang sekarang kita sebut  arus baru ekonomi Indonesia,” ungkapnya.

Menurut Kiai Ma’ruf, arus baru ekonomi Indonesia adalah upaya untuk mengangkat ekonomi masyarakat bawah yang harus diperhatikan kesejahteraannya. Ia juga menyebut bahwa harus ada pembaharuan arus ekonomi yang semula dibangun dari atas ke bawah, maka saat ini harus dibangun dari bawah ke atas.

Selama ini arus pembangunan dari atas yang melahirkan para konglomerasi diharapkan turun ke bawah mensejahterakan masyarakat. “Tapi tidak netes-netes (sampai ke masyarakat bawah), yang atas semakin kuat yang bawah semakin lemah,” ujarnya.

Pemberdayaan ekonomi umat, menurutnya, bisa dimulai dengan gerakan redistribusi aset dan kemitraan (partnership). “Karena itu kita ingin memberdayakan dengan pemberdayaan ekonomi umat melalui gerakan redistribusi aset, ada kemitraan. Kita ini aset-aset negara, sudah yang punya negara tapi yang memanfaatkan yang mengkapilitasi adalah orang-orang konglomerat,” terangnya.

Menurutnya, saat ini umat harus mulai berhenti untuk rela dikapitalisasi secara terus-menerus, seperti mengkapitalisasi mulut, tangan dan rambut. “Kapan kita mengkapitalisasi diri potensi kita sendiri? Zakat yang katanya 217 triliun baru 3%, ya itu bagaimana potensi yang besar ini kita jadikan kekuatan,” ungkapnya.

Terakhir, kiai Ma’ruf berharap kinerja Baznas dengan LAZ Ormas bisa didorong bersama-sama untuk mencapai 50%.  “Saya kira kerja sama Baznas dengan LAZ Ormas memang ini sebenarnya yang mewakili negara itu Baznas, dan kalau bukan dengan ormas itu susah ngitung-nya,  dari 3%, ya harus bisa 50%,” ucapnya. (Ar/NU Online).

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*