Sumber: baitperjuangan.wordpress.com

Bekasi, Liputanislam.com– Tokoh Agama Kabupaten Bekasi Jawa Barat, Ustadz Muhib Syadzili mengatakan bahwa tujuan Allah menciptakan manusia di muka bumi adalah ja’ilun fi al-ardhi khalifah yang bertugas untuk mengatur keberlangsungan kehidupan di dunia. Dan menjadi khalifah (pemimpin) haruslah memiliki rasa toleransi yang tinggi.

Hal itu disampaikan ustadz Muhib pada peringatan Hari Toleransi Internasional yang diadakan Gusdurian Bekasi Raya, di Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, seperti dilansir NU Online, pada Minggu (18/11).

“(Karena) sesungguhnya toleransi itu adalah perintah Allah. Yakni yang termaktub dalam Al-Quran, surat Al-Hujurat ayat 13,” katanya.

Dalam ayat itu, terang ustadz Muhib, Allah sengaja menciptakan beragam suku dan bangsa agar manusia saling mengenal. “Sebab kita berasal dari satu rahim dan satu benih. Kemudian setelah itu Allah menjadikan kita bersuku-suku dan berbangsa-bangsa. Tujuannya adalah lita’arafu. Untuk saling mengenal satu sama lain. Ini (toleransi) adalah perintah Allah,” jelasnya.

“Orang tidak mungkin bisa saling mengenal kalau tanpa toleransi. Ketika kita melakukan perbuatan yang toleran, maka saat itu kita sedang menjalankan perintah Allah yakni lita’arafu,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, ia berpesan Jaringan Gusdurian agar terus menyebarkan nilai-nilai yang diajarkan Gus Dur yakni toleransi dan menghormati orang lain. “Maka itu marilah kita masuk ke dalam Jaringan Gusdurian dengan niat tabarukan kepada Gus Dur, meneladani sikap luhur beliau, dan juga bertujuan untuk saling mengenal satu sama lain,” ucapnya. (ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*