MontrashBandung, LiputanIslam.com — Bandung, kota yang populer dengan ‘lautan api’ sering diplesetkan menjadi ‘lautan sampah’. Di ruas-ruas jalan sering ditemui tumpukan sampah yang meluber hingga ke jalan. Selokan pun tak luput dari berbagai macam sampah yang menyengat hidung. Tak salah, jika pemerintah dan berbagai elemen masyarakat di Bandung berupaya untuk menganggulangi problema ini bersama-sama.

Ridwan Kamil, Walikota Bandung, memanfaatkan biodigester. Ia telah menyiapkan 1.000 biodigester berisi bakteri pemakan sampah, dan setiap satu unitnya, bisa digunakan oleh 20 rumah. Tak hanya menghancurkan sampah, alat ini juga akan menghasilkan gas, yang bisa digunakan untuk bahan bakar. (Baca: Atasi Masalah Sampah, Ridwan Kamil Siapkan Biodigester)

Lain lagi dengan mahasiswa di kota kembang tersebut. Nabila Charisty, reporter Kompas TV melaporkan, tim yang terdiri dari empat orang mahasiswa jurusan Sistem Komputer Fakultas Teknik Elektro Telkom University, Bandung, angkatan 2011-2013, berhasil menciptakan aplikasi Montrash, sebuah inovasi yang digunakan untuk monitoring keberadaan sampah. Mereka adalah Restu Isjaka Purwandana, Raden Rogers, Shifa M.A, dan Yuniar Pristian Chandra.

Aplikasi ini akan terintegrasi ke server, dan dari server akan diteruskan kepada petugas kebersihan supaya sampah-sampah yang berada di dekat petugas kebersihan (dalam radius 1 km) agar segera ditangani.

Aplikasi ini sudah digunakan sejak bulan Februari 2014 lalu, dan Restu, salah satu penemu menuturkan cara penggunaan aplikasi ini.

“Aplikasi kami ini mengandalkan laporan masyarakat. Masyarakat bisa turut serta melaporkan sampah-sampah liar,” terang Restu.

“Masyarakat cukup memfoto saja, lalu dikirim ke server. Jika laporannya sudah di-approve, maka akan diteruskan ke petugas kebersihan,” tambahnya.

Meski demikian, Restu mengharapkan agar masyarakat tidak mengandalkan petugas kebersihan semata dalam menangani sampah. Masyarakat, tambah dia, sebaiknya juga turut serta membantu membersihkan sampah.

Perangkat lunak ini, telah menjuarai ajang Indonesia Information and Communication Technology Award (INAICTA) 2014 kategori Aplikasi Perguruan Tinggi. (ba)
—-

Simak videonya di sini: https://www.youtube.com/watch?v=f52S_zzJ6zQ

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL