Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj menanggapi rencana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang ingin membuka kawasan Monumen Nasional (Monas) untuk kegiatan keagamaan, kebudayaan, dan kesenian. Hanya saja, Kiai Said mengingatkan agar kegiatan tersebut tidak dijadikan untuk kepentingan politik.

“Kalau niatnya betul-betul untuk agama, saya dukung. Tapi kalau ada background-nya, target politik, kepentingan sesaat, jangka pendek, saya tentang. Agama jangan dijadikan alat politik,” ujarnya di Jakarta Pusat, pada Senin (13/11).

Kiai Said mengatakan, jika niat Anies benar-benar untuk meningkatkan ketakwaan umat beragama, maka jangankan di Monas, di tempat publik lainnya pun juga harus dibuka untuk kegiatan tersebut. Apalagi, jika kegiatan agama yang dimaksudkan bukan hanya untuk ibadah agama Islam, melainkan juga untuk kegiatan ibadah agama lainnya.

“Tapi kalau betul-betul untuk agama, mau di Monas, mau di Senayan, mau di mana saja. Mau itu Maulid Nabi, doa bersama, acara agama-agama yang lain, itu bagus sekali,” ucapnya.

Sebelumnya, diberitakan bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan ingin membuka kawasan Monas untuk kegiatan keagamaan, kebudayaan, dan kesenian masyarakat. “Sekarang itu tidak boleh untuk kegiatan kebudayaan, kegiatan kesenian, atau kegiatan pengajian juga tidak boleh. Jadi bukan hanya kegiatan agama. Karena itu, nanti akan ada perubahan pergub,” ujarnya. (Ar/Kompas).

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL