Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Kepala Balitbang Diklat Kementerian Agama (Kemenag), H Abdurrahman Mas’ud mengatakan Indonesia sebagai  negara yang majemuk dari segi suku bangsa, budaya, dan agama memerlukan strategi untuk menciptakan dan memelihara suasana kebebasan beragama dan kerukunan umat beragama. Hal itu penting dilakukan agar terwujud masyarakat Indonesia yang aman, damai, sejahtera, dan bersatu.

Menurut Mas’ud, pengarusutamaan dan penguatan toleransi yang aktif atau moderasi agama adalah sebagai sebuah strategi yang tepat dalam menciptakan kerukunan umat beragama di Indonesia. hal itu ia sampaikan saat mengisi Lokakarya Nasional Pengarusutamaan Moderasi Beragama Sebagai Implementasi Resolusi Dewan HAM PBB 16/18 di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, Kamis (26/7).

Ia juga mengatakan bahwa ada dua kebijakan besar yang dapat dilakukan untuk menjaga moderasi dan kerukunan umat beragama. “Pertama, memberdayakan masyarakat, kelompok-kelompok agama, serta pemuka agama untuk menyelesaikan sendiri masalah kerukunan umat beragama. Dan kedua, memberikan rambu-rambu (melalui regulasi dan program relevan) dalam pengelolaan kerukunan umat beragama,” katanya.

Menurutnya, moderasi dan kerukunan antarumat beragama juga harus terus dilakukan. Diantaranya adalah memperkuat landasan atau dasar-dasar (aturan/etika bersama) tentang kerukunan internal dan antarumat beragama. Perlu juga membangun harmoni sosial dan persatuan nasional dalam bentuk upaya mendorong dan mengarahkan seluruh umat beragama untuk hidup rukun dalam bingkai teologi yang ideal untuk menciptakan kebersamaan dan sikap toleransi .

“Lalu mengembangkan wawasan multikultural bagi segenap unsur dan lapisan masyarakat, serta peningkatan dialog dan kerja sama intern dan antarumat beragama dengan pemerintah dalam pembinaan kerukunan umat beragama,” ucapnya. (ar/NU Online).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*