Sumber: nu.or.id

Bojonegoro, LiputanIslam.com– Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Temanggung (STAINU Temanggung), Ahmad Taufiq menyatakan bahwa metode dan pembelajaran kitab kuning harus mampu menyesuaikan dengan kemajuan zaman. Pernyataan itu ia sampaikan dalam acara kuliah umum yang bertema “Pembelajaran Bahasa Arab untuk Meningkatkan Kemahiran Membaca,” di STAI At Tanwir Bojonegoro, Jawa Timur, seperti lansir NU Online, pada Selasa (3/10).

Menurut Ahmad Taufik, para santri dan mahasiswa perguruan tinggi agama Islam, khususnya Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) harus mampu mengikuti perkembangan zaman. Seperti sekarang ini berbagai pembelajaran dan ilmu pengetahuan tersaji dalam bentuk e-book, e-journal, e-paper hingga e-kitab.

Ia menjelaskan, saat ini metode dan membaca kitab kuning bisa juga berbasis IT. Namun begitu, kajian kitab kuning cetak tetap diperlukan. “Dalam bahasa Arab kemahiran berbahasa dibagi menjadi empat. Yang pertama adalah maharah Al istima’ (kemahiran mendengarkan), maharah Al Kalam (kemahiran berbicara), maharah Al Qiraah ( kemahiran membaca), maharah Al kitab ( kemahiran menulis),” terangnya.

Sementara, Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab STAI At Tanwir Bojonegoro, Ahmad Musthofa, menyampaikan bahwa tujuan  diadakannya kuliah umum tersebut adalah membuka cakrawala ilmu pengetahuan bagi mahasiswa, terutama terkait isu-isu terbaru pembelajaran bahasa Arab yang sedang berkembang saat ini.

“Selain itu mahasiswa juga bisa sharing bersama pemateri tentang permasalahan-perubahan yang mereka hadapi di ranah PBA,” jelasnya. (Ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL