12252_10417_oke-SBY-LIFESTYLE-writing-2

Jawapos

Surabaya, LiputanIslam.com – Banyak orang yang masih meragukan bahwa menulis itu ternyata menyehatkan jiwa. Sebaliknya, kegiatan menulis justru diyakini menyehatkan menurut sebuah klub menulis Sinergia di Surabaya. Klub menulis yang rajin berkunjung ke perpustakaan kota di Balai Pemuda ini gemar menuangkan apa yang mereka tangkap untuk di deskripsikan dalam sebuah tulisan.

“Jangan remehkan kegiatan menulis,” jelas Amelia Hirawan, juru bicara klub, seperti dilansir dari Jawapos.com (6/2).

Menurutnya menulis merupakan kegiatan terapi bagi anak-anak. Menulis bukan hanya bermanfaat untuk anak-anak, tetapi juga bermanfaat bagi mereka yang berkebutuhan khusus, tambah Amelia. Amelia mengungkapkan ketika mampu menuangkan semua yang ada dalam pikiran dan yang dirasakan dalam sebuah tulisan, maka setidaknya beban bisa berkurang. Inilah salah satu manfaat dari menulis.

Kini klub yang dijalankan oleh Amelia dan rekan-rekannya memiliki anggota seorang anak berkebutuhan khusus. Amelia yang juga merupakan seorang psikolog mengatakan menggambar dan mencorat-coret merupakan salah satu proses menulis, kegiatan menulis yang tidak terstruktur namun dituangkan dalam secarik kertas merupakan bagian dari kegiatan menulis.

Amelia berharap lebih banyak orang tua khususnya yang memiliki anak berkebutuhan khusus untuk memulai mengajarkan anaknya menulis sejak dini. Terutama bagi anak-anak yang susah berbicara atau memendam sesuatu dan saat itu sudah terbiasa menulis, tekanan anak tersebut akan tercurahkan pada tulisannya. Hasilnya anak itu akan jauh dari kata stres dan depresi, tegas Amelia.

Brigitte Cicilya, 14, yang hampir enam bulan mengikuti klub tersebut mengungkapkan bahwa dirinya menjadi lebih percaya diri dan tidak mudah marah karena sering menulis. ’’Ketika aku marah, aku tuangkan ke dalam tulisan. Jadi, enggak emosi lagi,’’ jelasnya.

Gadis yang sudah membuat satu buku berjudul The Beast Boy sejak bergabung di klub tersebut menambahkan bahwa manfaat belajar menulis itu sangat banyak. ’’Mungkin orang bilang kutu buku nulis terus. Tapi, yang pasti, dengan menulis, kita bisa memahami diri kita seperti apa, lalu otomatis bisa memahami orang lain,’’ kata Cicil bijak. (fie/jawapos)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL