susi2Jakarta, LiputanIslam.com — Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kembali berkisah tentang berbagai tantangan yang ia hadapi selama mengemban amanah sebagai pejabat negara. Aturan yang ia terapkan, membuat gerah berbagai pihak. Selain berusaha mengelabui dengan berbagai modus, ada juga pengusaha kapal yang mengiming-imingi ia uang dengan nilai fantastis asalkan bersedia mengganti kebijakannya.

“Suatu ketika, ada pengusaha yang nekad ingin menukar aturan itu dengan duit 1 triliun rupiah. Saya katakan, saya tidak bisa dibeli,” jelas Susi, Rabu, 11 Maret 2015, seperti dilansir Tempo.

Aturan yang dimaksud Susi adalah larangan penggunaan alat tangkap cantrang dan trawl yang diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan Nomor 2 Thaun 2015. Menurut Susi, tawaran itu berasal dari pengusaha asal luar negeri yang berniat membeli aturan tersebut sehingga larangan itu tidak lagi diberlakukan.

“Ini yang main buan domestic player lagi, tapi asing ikut protes aturan ini karena mereka banyak bermain di sini, ” ujar Menteri Susi.

Menurut Susi, aturan larangan cantrang dan trawl menyusahkan pihak asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia. Sebab, kata Susi, banyak kapal eks asing yang disulap menjadi kapal lokal dengan menggunakan alat tangkap cantrang dan trawl. Kapal-kapal itu dicat ulang, berbendera Indonesia dan menggunakan alat tangkap trawl.

Setelah adanya aturan tersebut, kata Susi, pihak asing mengalami defisit ikan dan mencari jalan keluar dengan meminta dia untuk mencabut aturan tersebut dengan cara menukar dengan uang. “Saya tidak bisa dibeli, Rp 1 triliun tidak bisa membeli prinsip dan pendapat saya, ” ujar Susi.

Susi menjelaskan, aturan tersebut berprinsip pada sumber daya laut yang berkelanjutan. Sebab, penggunaan alat tangkap cantrang dan trawl yang tidak ramah lingkungan dapat merusak ekosistem laut. “Supaya anak cucu kita bisa menikmati hasil laut. Ikan di laut juga melimpah, nelayan juga sejahtera,” ujar dia. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*