Menlu retnoLiputanIslam.com — Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Yaman terus bertambah. Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Lestari Priansari Marsudi mengatakan, hingga saat ini sudah 1.684 WNI yang sudah keluar dari Yaman. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.002 orang sudah berada di Indonesia, sementara sebanyak 682 orang memang sudah di luar Yaman, namun belum kembali ke Tanah Air.

“Kami juga membantu beberapa warga negara yang memang membutuhkan bantuan pada saat itu. Jadi, ini sekali lagi kita sangat bersyukur, WNI yang berada di Aden sudah dapat dievakuasi setelah beberapa kali kami mencoba melakukan evakuasi namun tidak berhasil karena situasi kemananan tidak kondusif,” lanjutnya, seperti dilansir Beritasatu, 13 April 2015.

Menlu menjelaskan, daerah-daerah yang akan menjadi perhatian pemerintah Indonesia, yaitu daerah Tarim dan Mukallah di sebelah timur Yaman yang dinilai relatif lebih kondusif. WNI yang berada di Tarim sudah dibawa ke Salalah dan sekitar 584 orang WNI akan diterbangkan ke Indonesia secara bertahap. Meski dia mengakui ada sejumlah WNI yang tak bersedia dievakuasi karena merasa di bagian timur Yaman masih relatif aman.

“Ya, masih ada (yang harus dievakuasi) tetapi kami tidak akan berhenti untuk terus mengimbau agar mau diveakuasi karena situasi bisa terus berubah setiap saat dan mumpung masih ada opsi evakuasi, kami pakai opsi itu. Pengalaman di Aden membuktikan betapa sulitnya saat opsi evakuasi itu sudah terancam dengan situasi kemananan,” tambah Menlu Retno.

Seperti diketahui, Arab Saudi dan sekutunya masih melancarkan serangan udara terhadap Yaman. Juru bicara angkatan bersenjata Yaman Kolonel Ghalib Luqman menyatakan bahwa yang menjadi korban serangan udara Saudi tak lain adalah warga sipil. Menurutnya, serangan Saudi sejauh ini telah menewaskan 2,571 orang, melukai 3,897 orang, dan menghancurkan banyak fasilitas infrastruktur vital milik negara.

Ironisnya, Kedutaan Besar Arab Saudi di Indonesia justru menyatakan bahwa pihaknya menyerang Yaman untuk memerangi kelompok pejuang Ansarullah (Syiah Houti), yang dianggap lebih berbahaya daripada ISIS dan Al-Qaida. Fakta di lapangan justru menunjukkan bahwa serangan Arab Saudi dan sekutunya- lah yang meluluh-lantakkan Yaman. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL