Sumber: breakingnews.co.id

Mojokerto, LiputanIslam.com– Menteri Sosial Republik Indonesia  (Mensos) Khofifah Indar Parawansa meminta kepada masyarakat untuk tidak main hakim sendiri. Menurutnya, masyarakat harus menggunakan asas praduga tak bersalah jika menemui tindakan kekerasan atau kriminalitas. Penyataan Mensos tersebut menanggapi atas terjadinya aksi massa yang main hakim sendiri terhadap seseorang yang diduga mencuri pelantang suara (amplifier) di masjid daerah Bekasi. Korban dihakimi massa hingga tewas dibakar.

“Saya meminta masyarakat agar terlebih dahulu menggunakan asas praduga tak bersalah. Jangan main hakim sendiri, apalagi hingga terjadi korban,” ucap Khofifah di sela-sela Konferwil Pergunu Jawa Timur di Pesantren Amanatul Ummah, Mojokerto, seperti dilansir NU Online, pada Minggu (6/8).

Khofifah menyayangkan terjadi penghakiman oleh masyarakat, padahal saat itu belum ada kepastian betul tidaknya aksi pencurian. Ia mengharapkan kejadian ini adalah yang terakhir, karena semua warga negara bangsa harus menggunakan asas praduga tak bersalah.

“Sesuai dengan informasi yang saya terima korban ini adalah seorang teknisi amplifier. Saat itu, di masjid amplifier masih ada, kemudian di motornya juga ada amplifier. Perlu saya garis bawahi ini kekerasan. Semuanya harus menolak kekerasan dan kriminalitas. Oleh karena itu gunakan asas praduga tak bersalah kepada seluruh warga,” tegasnya.

Sementara, Ketua Pencak Silat NU (PSNU) Pagar Nusa Kota Semarang Lukman Muhajir mengecam keras penghakiman massa itu. “Lalu menyakiti, menganiaya bahkan membunuh dengan cara sangat sadis tanpa sisa belas kasihan sedikitpun di kalbu mereka. Itu bukti nyata radikalisme telah merusak nilai-nilai budaya kita. Orang Indonesia yang katanya religius, begitu keji membakar orang yang dituduh maling. Itu kalau bukan karena pengaruh ajaran radikal tidak akan terjadi,” kecamnya. (Ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL