Sumber: elshinta.com

Pekanbaru, LiputanIslam.com– Menteri Sosial Republik Indonseia (Mensos) Khofifah Indar Parawansa mengingatkan semua pihak untuk mengambil langkah nyata terhadap semakin merebaknya paham radikal di kalangan pelajar dan mahasiswa. Menurutnya, dari hasil survei menyebutkan, bahwa paham radikal  di kalangan pelajar Indonesia dalam tahap mengkhawatirkan.

“Umumnya pelajar yang dimaksud siswa SMA dan mahasiswa atau di kalangan perguruan tinggi. Bahaya kalau ini terus dibiarkan,” ujar Mensos Khofifah di Pekanbaru, seperti dilansir tribunpekanbaru.com, pada Senin (17/7).

Khofifah menerangkan, dari hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) disebutkan sebanyak 40,82 persen responden menjawab “bersedia”, dan 8,16 persen responden menjawab “sangat bersedia” melakukan penyerangan terhadap orang atau kelompok yang dianggap menghina Islam. Lebih ironisnya lagi, 9,2 persen responden yang umumnya pelajar itu setuju NKRI diganti menjadi negara khilafah atau negara Islam.

Sementara dari survei Wahid Foundation, sebanyak 7,7 persen responden bersedia melakukan tindakan radikal bila ada kesempatan. Serta sebanyak 0,4 persen mengaku justru pernah melakukan tindakan radikal.

Mensos Khofifah juga mengungkapkan, bahwa penyebaran paham radikal tersebut sangat masif. Oleh karena itu, menurutnya perlu adanya evaluasi atau uji kompetensi terhadap para pengajar di sekolah-sekolah. “Pergerakan mereka tidak statis. Penyebaran pengaruh juga dilakukan dengan serangkaian perekrutan anggota baru, pelatihan dan pendidikan kader yang dilakukan secara masif,” ucapnya. (Ar/Tribun Pekanbaru)

 

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL