Sumber: elshinta.com

Mojokerto, LiputanIslam.com– Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos) Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa sejarah telah mencatat perjalanan bangsa Indonesia  berdiri di atas kemajemukan dan keberagaman. Hal itu ia sampaikan menyikapi berbagai persoalan  dan perbedaan pendapat yang  semakin tajam  di media sosial dan kehidupan berbangsa belakangan ini.

“Perjalanan sejarah bangsa mencatat bahwa bangsa ini berdiri di atas keberagaman, dan kita dapat hidup berdampingan secara damai,” ungkap Khofifah saat memberikan arahan dalam Harlah Muslimat NU ke-71 di Mojokerto, pada Minggu (14/5).

Mensos menjelaskan, bahwa kebesaran bangsa Indonesia karena kebhinekaan dan keberagamannya. Oleh karena itu, adalah kewajiban semua warga untuk menjaganya. “Bangsa Indonesia menjadi besar seperti sekarang karena keragaman atau kebhinekaan yang kita jaga dan kita tempatkan sebagai potensi efektif bangsa,” tuturnya.

“Dari dulu sampai sekarang perbedaan itu ada dan menjadi bagian dari kekayaan kearifan bangsa. Suku, agama, warna kulit, tradisi, bahasa dan perbedaan pendapat satu kelompok dengan yang lain dapat berjalan secara harmoni,” tambah Khofifah.

Khofifah mengajak semua pihak untuk saling menghargai, menghormati, dan memperkuat persaudaraan agar tidak terjadi perpecahan. Menurutnya, sekarang ini adalah saatnya menyatukan langkah membangun negeri dan menjaga NKRI. “Tentu kita harus menjaga jangan sampai terjadi konflik yang berdampak pada perpecahan,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, ia juga mengimbau warga Indonesia untuk memperkuat persaudaraan kebangsaan serta persaudaraan sesama warga bangsa.”Jangan mudah terprovokasi lantas mudah marah dan tersinggung. Jangan sampai khusnudzon (prasangka baik) tergeser menjadi suudzon (prasangka buruk),” ucapnya. (Ar/Kompas/Tribun)

 

 

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL