Sumber: republika.co.id

Malang, LiputanIslam.com– Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan bahwa ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional (MTQMN)  dapat menjadi wadah terbaik dalam mencegah paham radikal di kalangan mahasiswa. Menurutnya,  waktu mahasiswa memang harus di isi  dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat seperti MTQMN maupun ajang kejuaraan nasional lainnya.

“Kekosongan waktu mereka harus di isi dengan kegiatan penuh seperti MTQMN, Pimnas (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional), Pomnas (Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional) dan sebagainya,” ucapnya seusai Pembukaan MTQMN XV 2017 di Gedung Rektorat Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jumat malam (28/7).

Terhadap banyaknya kasus radikalisme dan terorisme yang menimpah beberapa oknum mahasiswa belakangan ini, Nasir tidak menampik hal itu. Ia mengakui, kampus merupakan tempat yang berpotensi besar atas paham radikal. Sebab, kampus dikenal sebagai tempat mengumpul para anak muda dalam berdiskusi, belajar ataupun lainnya.

Oleh karena itu, menurutnya diperlukan berbagai upaya pencegahan termasuk dengan cara penguatan pemahaman empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Nasir juga mengapresiasi langkah pemerintah untuk menghidupkan lagi nilai-nilai Pancasila. “Sistem pengajaran yang akan diluncurkan bersama Presiden Joko Widodo pada 12 Agustus ini diharapkan lebih mengena dan menarik para mahasiswa,” ujarnya.

Menurut Menristekdikti Mohamad Nasir, yang paling penting dalam implementasi dari nilai-nilai Pancasila tersebut ialah terbentuknya rasa kebersamaan dan persatuan antar anak bangsa. “Kebersamaan yang penting dalam implementasi Pancasila itu seperti di MTQMN yang sosialnya ikut muncul,” ungkapnya. (Ar/Republika).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL