Sumber: nu.or.id

Semarang, Liputanislam.com– Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Menristekdikti RI), Mohamad Nasir mengatakan bahwa setiap riset harus berguna untuk masyarakat. Berbagai penelitian atau riset yang dilakukan harus menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dan dapat dinikmati oleh masyarakat.

“Riset tidak ada gunanya jika tanpa bisa dinikmati masyarakat,” tegasnya pada kegiatan Launching and Product Expo di Semarang, Jawa Tengah (Jateng), seperti dilansir NU Online, pada Kamis (3/1).

Menurutnya, teknologi yang digunakan sekarang merupakan riset-riset lama yang berguna dan bisa dinikmati masyarakat. Oleh karena itu, ia mengapresiasi alat yang dihadirkan pada kegiatan tersebut, yakni teknologi tepat guna untuk presto ikan dan alat pembuat bakso.

“Alat ini dalam 1 menit bisa menghasilkan 220 butir bulatan bakso. Padahal satu kilo daging hanya bisa jadi sekitar  150 butir,” ucapnya.

Nasir juga mengaku bahwa kementeriannya akan terus mendorong  riset yang sudah dilakukan bisa dimanfaatkan masyarakat. Kalau suatu teknologi masih bisa dinikmati masyarakat negara Indonesia tidak akan punah. “Jikapun ada yang mengatakan punah, berarti tidak melihat keberhasilan orang,” ungkapnya. (ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*