Sumber: kabarnusa.com

Surakarta, LiputanIslam.com– Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mendorong para santri untuk mengembangkan potensi di bidang olahraga. Menurutnya, santri tidak boleh minder atau berkecil hati, tapi harus mampu menjadi yang terbaik. Hal itu disampaikan Menpora dalam kunjungannya di Pondok Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan Surakarta, Jawa Tengah, seperti dilansir NU Online, pada Minggu (23/4).

“Pertama saya ingin sowan Kiai Rozaq (pengasuh pondok). Beliau guru kita. Beliau yang terus menasihati santri untuk terus beramal baik di tengah masyarakat. Disamping saya juga ingin memotivasi santri. Bahwa santri tidak boleh minder, tidak boleh berkecil hati, tapi harus menjadi yang terbaik. Karena di sini dididik kedisiplinan, ketaatan, ilmu, ibadah, sampai akhlakul karimah dan interaksi yang terus-menerus antara santri dan kiai,” ungkapnya.

Menpora Imam Nahrawi menyampaikan, bahwa olahraga itu sifatnya universal, dan berlaku juga bagi santri. Imam mengaku, bahwa dirinya telah mengadakan program untuk para santri, yakni Liga Santri Nasional (LSN).

“Karena olahraga itu sesungguhnya berlaku universal, berlaku kepada siapa pun, termasuk berlaku untuk pondok pesantren. Makanya saya dorong. Salah satu program saya, Liga Santri, menurut saya ini wadah yang bagus untuk melihat potensi santri di bidang sepakbola. Belum di bidang yang lain. Kalau di bidang yang lain mungkin masih banyak lagi” ujarnya.

Imam mengungkapkan, bahwa Liga Santri Nasional merupakan hasil kerjasama antara PBNU dengan Kemenpora. Ia berharap kedepannya LSN semakin berkembang, professional, dan mendapat sponsor dari pihak swasta.

“Tahun 2016, LSN dikelola sepenuhnya oleh RMI PBNU, sebagai tindak lanjut antara PBNU dan Kemenpora. Kita berharap, ke depan ini bisa dikelola lebih baik, lebih profesional, dan lebih memungkinkan bagi keterlibatan pihak swasta ataupun sponsor. Tidak hanya bergantung pada APBN. Karena kalau hanya bergantung pada APBN, maka harus betul-betul diikuti secara detail sesuai dengan prosedur negara,” ucapnya.

Menanggapi adanya jebolan LSN yang dipanggil pelatih timnas Indra Sjafri, Imam mengungkapkan hal itu sebagai bukti bahwa pesantren memiliki potensi yang sangat besar dalam olahraga. “Saya sangat yakin itu, dan dipastikan dengan rekrutmen mantan pemain liga santri di U-19 dan semoga di masa mendatang lebih banyak lagi. Tidak hanya sepakbola, tapi juga cabang olahraga lain. Karenanya saya mendorong, harus ada pekan olahraga yang dikelola NU atau pesantren, khusus untuk itu, untuk melihat talenta luar biasa yang dimiliki santri. Tapi di sisi lain, harus ada yang bertanggungjawab menyiapkan infrastruktur keolahragaan di pondok pesantren,” ujar Menpora. (Ar/NU Online).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL