Sumber: kumparan.com

Roma, LiputanIslam.com– Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI), Retno Marsudi melakukan kunjungan kenegaraan ke Italia. Diantara rangkaian kunjungan itu ialah melakukan pertemuan dengan Komunitas Sant’ Egidio. Menurut Menlu retno, pertemuan itu membahas penguatan kerja sama dialog antar kepercayaan dan mengajarkan tentang kemampuan Indonesia menjaga kemajemukan.

“Kerja sama Indonesia dan Komunitas Sant’ Egidio telah berlangsung lama, salah satunya dengan organisasi kemasyarakatan (ormas) Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU). Kerja sama ini terjalin dengan baik,” ujar Menlu Retno saat saat bertemu dengan Komunitas Sant’ Egidio di Roma, Italia, pada Senin (9/10).

Menlu Retno juga menyampaikan tentang peran Indonesia dalam upaya menjaga perdamaian dunia. “Dialog antaragama penting untuk menjembatani hubungan antar masyarakat. Tahun ini kita selenggarakan ‘interfaith dialogue’ yang pertama kalinya dengan Myanmar dalam upaya berbagi pengetahuan dalam menghadapi kemajemukan di masyarakat,” terangnya.

Sementara Pendiri Sant’ Egidio, Andrea Riccardi mengungkapkan kekagumannya terhadap Indonesia sebagai negara di mana kemajemukan dapat hidup dengan harmonis dan demokratis. “Saya kagum terhadap Pancasila yang mampu persatukan bangsa Indonesia yang beragam budaya dan agama,” ucapnya.

Andrea Riccardi mengaku, Komunitas Sant’ Egidio juga sangat menghargai diplomasi kemanusiaan yang dilakukan pemerintah Indonesia di Myanmar dan Bangladesh. Menlu Retno dan anggota Komunitas Sant’Edigio sepakat bahwa terorisme tidak memiliki agama. Karena semua agama mengajarkan kedamaian. (Ar/Antara Sumbar).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL