Jakarta, LiputanIslam.com — Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut Binsar Pandjaitan kembali melakukan rapat koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Hal ini disebabkan karena adanya informasi ancaman terhadap Muslim Syiah di Indonesia.

“Ada gimana ya, intelijen yang menginformasikan bahwa ada kelompok Syiah mau ditarget, jadi kita kumpul lagi untuk meniatkan atau mengantisipasi,” kata Luhut, seperti dilansir Detik.com (2/12/2015).

Luhut menyatakan bahwa pihaknya terus mengadakan rapat koordinasi dengan Kapolri, Panglima TNI dan instansi terkait. Sejumlah langkah antisipasi dilakukan untuk menghindari serangan itu terjadi.

“Karena kita ingin tenang, tidak ingin Indonesia ini seperti yang sekarang terjadi di Suriah dan di Irak,” jelasnya.

Sejak kemarin, beredar di grup-grup Whatsapp tentang arahan Kapolri. Informasi ini telah diverifikasi, dan disebutkan beberapa poin penting yaitu;

  1. Adanya ancaman teroris, JAT telah laksanakan rapat di Batu, Malang, dan berncana melakukan aksi.
  2. Mereka akan memanfaatkan anggota ISIS yang dipulangkan dari Suriah unutk menjalankan aksinya.
  3. Di Poso, antara kelompok Santoso dan TNI sempat terjadi kontak tembak.
  4. Diperoleh info bahwa akan ada dalam pemberitaan dan ada serangan dari kelompok teror ISIS di Indonesia dengan target :
    a. Muslim Syiah di Jakarta, Bekasi, Pekalongan dan Demak. Perintah Kapolri agar seluruh jajaran menginventaris kantung-kantung Syiah untuk diamanankan tanpa membuat keresahan.
    b. Para pejabat tinggi penegak hukum, termasuk petinngi Polri, pejabat dan mantan Densus 88/AT dan beberapa Kapolda, maka perintah Kapolri agar seluruh pejabat Polri mewaspadai ancaman ini
  5. Rencana waktu aksinya adalah pertengahan November hingga akhir Desember, setelah itu maka status siaga satu di umumkan sebelum pencoblosan (pilkada serentak) hingga selesai pencoblosannya, adapun modusnya adalah dengan pengeboman.
  6. ISIS akan memanfaatkan dampak teror di Paris untuk menunjukan eksistensinya.
  7. Agar melakukan pengamanan pada Muslim Syiah, dan anggota Polri.
  8. Syiah agar diarahkan untuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan besar yang memungkinkan menimbulkan kerawanan, agar laksanakan dialog dengan baik terhadap pengurusnya. (fa)
DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL