streetchildrenjakartaJakarta, LiputanIslam.com– Salah satu ciri khas budaya Indonesia adalah ramah dan punya empati yang tinggi terhadap sesama. Namun, seiring perkembangan zaman, masyarakat Indonesia, khususnya kalangan pemuda mulai apatis. Kesibukan dan waktu yang terbatas membuat mereka kurang peka terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya.

Seorang mahasiswi bernama Nanda berpendapat, pemuda saat ini cenderung individualis. Hal tersebut membuat mereka jadi kurang peka terhadap perubahan yang ada di lingkungannya. Padahal, bisa jadi orang-orang di sekelilingnya sedang membutuhkan bantuan.

“Kalau lihat orang-orang jalan di trotoar pada jam sibuk mereka sudah enggak peduli lagi dengan sekitarnya. Jika ada yang mau minta tolong, pasti dicuekin,” ucapnya kepada Okezone baru-baru ini.

Jika dikaitkan dengan Sumpah Pemuda, cewek berusia 21 tahun ini mengaku prihatin dengan kondisi jiwa sosial pemuda Indonesia yang memudar. Pasalnya, pada zaman dulu para pemuda semangat bergerak bersama, bahkan sampai mendeklarasikan bahwa mereka satu bangsa dan bahsa.

Sementara mahasiswa lainnya, Iwan mengatakan bahwa generasi penerus bangsa harus mau beramal. Menurutnya, saat ini jiwa sosial masyarakat Indonesia baru mulai tergerak saat ada bencana.

“Kalau ada bencana baru di mana-mana muncul ‘peduli sosial’. Itu bagus, sih. Tapi apa salahnya kalau kita setiap hari peduli sosial? Ada 300 juta lebih rakyat Indonesia, kan enggak semuanya orang kaya. Jadi bagi yang terlahir mampu, segeralah beramal,” tuturnya penuh semangat.

Mahasiswa tingkat akhir ini menuturkan, jiwa sosial yang semakin hilang akan menimbulkan keserakahan yang berakibat pada tingginya angka korupsi. “Kalau negara kita akhirnya banyak pihak asing yang berkuasa, ya wajar saja. Soalnya orang kita suka gelap mata diiming-imingi uang yang berlimpah,” imbuhnya.

Meski demikian, Iwan tak menegaskan, sebagai pemuda, dia tidak serta-merta merasa pesimistis terhadap kondisi Indonesia saat ini. “Jangan pandang jelek negara kita. Harus optimistis. Jangan suka berantem, jadi orang pemaaf, dan bersedekah supaya enggak terlalu terjadi kesenjangan sosial. Semoga kita bisa damai selamanya,” tukasnya. (ra/okezone.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL