Ilustrasi/kompas.com

Ilustrasi/kompas.com

LiputanIslam.com – Masih ingat Gayatri Wailisa yang menguasai lebih dari 13 bahasa? Menurut sebuah penelitian terbaru menyebutkan bahwa seseorang yang menguasai dua buah bahasa atau billingual, dapat memroses informasi lebih baik. Dengan kata lain seseorang yang mampu berbicara lebih dari satu bahasa ternyata merupakan salah satu cara untuk mengasah kemampuan otak.

Penelitian yang melibatkan peneliti dari Universitas Northwestren, Illinois dan Universitas Houston menggunakan alat khusus untuk mencitrakan otak dengan tujuan agar mampu melihat kemampuan dan pemahaman orang-orang bilingual terhadap kata-kata, seperti dilansir dari kompas.com.

Dan hasil temuannya adalah mereka yang berbicara lebih dari satu bahasa mampu menyaring kata-kata yang tidak perlu dengan baik. Disisi lain mereka yang hanya menguasai satu bahasa, otaknya akan bekerja lebih keras untuk menyaring kata-kata.

Penelitian tersebut telah diterbitkan dalam jurnal Brain and Language menggunakan funtional magnetic resonance imaging (FMRI). Alat tersebut menunjukkan bagaimana orang dengan kemampuan menguasai dua bahasa secara bersamaan mampu memilih bahasa yang tepat saat mendengar lebih dari satu kata.

Percobaannya dimulai dengan meneliti 17 orang yang mampu berbahasa Spanyol dan Inggirs, sementara ada 18 orang dalam kelompok lainnya yang hanya menguasai satu bahasa.

Para peneliti mengetes mereka dengan memperdengarkan kata “cloud” (awan). Kemudian ditampilkan empat gambar yang terdiri dari awan dan gambar lain yang pengucapannya mirip “cloud”, seperti “clown” (badut).

Para peneliti ingin melihat kecepatan otak menangkap kata dengan benar. Hasilnya, orang yang bilingual lebih tepat dibanding yang hanya menguasai satu bahasa.

Para peneliti percaya bahwa belajar dua bahasa bisa mengasah kemampuan otak secara terus-menerus. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:
Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL