Sumber: trisulanews.com

Jakarta, LiputanIslam.com– Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri), Tjahjo Kumolo menyampaikan duka cita kepada jajaran Pengawas dan petugas Pemilu yang mengalami sakit, tindak kekerasan, kecelakaan, dan meninggal dunia dalam mengemban tugas Pemilu Serentak 2019. Menurutnya, mereka yang meninggal tersebut adalah pahlawan demokrasi.

“Kami juga turut mendoakan petugas dari jajaran Pengawas Pemilu yang sakit, mengalami tindak kekerasan dan kecelakaan segera sembuh dan pulih seperti sedia kala, dan yang meninggal dunia semoga diterima amal baktinya dan diberi tempat yang mulia di hadapan Allah Yang Maha Kuasa” katanya di Jakarta, pada Minggu (21/4).

Tjahjo menilai pekerjaan sebagai pengawas Pemilu sangat berat, berisiko tinggi, dan menguras tenaga. “Keluarga besar Kemendagri dan BNPP memberikan apresiasi setinggi-tingginya untuk jajaran Pengawas Pemilu yang telah berjuang untuk menyukseskan agenda besar nasional Pemilu Serentak 2019 yang Luber dan Jurdil, kami tahu ini merupakan pekerjaan yang tak mudah,” ujarnya.

Pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak yang digelar Rabu (17/4) lalu benar-benar pekerjaan yang melelahkan. Tidak mengherankan jika banyak petugas Pemilu, baik aparat kamanan (Polri), petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara), saksi, dan juga para pengawas Pemilu mengalami kelelahan, dan bahkan ada yang meninggal dunia.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) merilis data hingga Minggu (21/4) sebanyak 14 pengawas Pemilu meninggal di berbagai lokasi, 85 orang dirawat inap, 37 dirawat jalan, 15 orang mengalami kekerasan, dan 74 orang mengalami kecelakaan. Jumlah tersebut tersebar di berbagai Kabupaten/Kota di Indonesia. (aw/setkab/republika).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*