Sumber: tribunnews.com

Jakarta, LiputanIslam.com– Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Menaker), M. Hanif Dhakiri meminta kepada para jurnalis dan pekerja media untuk membentuk serikat kerja di tempat bekerja masing-masing. Hal itu menurutnya untuk memudahkan para jurnalis ketika ada permasalahan, seperti pemutusan hubungan kerja (PHK) atau  masalah  lainnya.

“Berserikat itu penting. Jangan sampai kalau ada masalah, baru membentuk serikat. Akan lebih baik, saat kondisi normal, kesadaran sudah muncul,” ucap Menaker saat menerima audiensi Aliansi Jurnalis Indpenden (AJI), Serikat Pekerja Media Independen (FSPM Independen) serta perwakilan jurnalis Koran Sindo yang terkena PHK, di Kantor Kemnaker, Jakarta, seperti dilansir NU Online, pada Kamis (10/8).

Hanif menjelaskan, bahwa keberadaan serikat pekerja bukan hanya untuk memperjuangkan hak-hak ketika menghadapi masalah ketenagakerjaan semata. Lebih dari itu, keberadaan serikat pekerja juga digunakan untuk membantu proses dialog antara pekerja dengan manajemen, menyusun perjanjian kerja bersama serta meningkatkan kapasitas jurnalis dan pekerja media lainnya.

Selain itu, Menaker Hanif juga mengaku heran dengan para jurnalis yang gigih menulis perjuangan para serikat pekerja. Namun dirinya sendiri enggan berserikat untuk memperjuangkan hak-haknya sebagai pekerja. Hanif juga mengingatkan pentingnya merubah citra dan strategi perjuangan serikat pekerja.

Sementara, Ketua Serikat Pekerja Media Independen (FSPM Independen) , Sasmito mengakui masih lemahnya gairah jurnalis dan pekerja media untuk berserikat. Dari sekitar 3.000 industri media yang ada di Indonesia saat ini, baru terdapat 30an serikat pekerja media. “Tahun ini saja baru berdiri tiga serikat pekerja media baru. Hal ini cukup memprihatinkan,” ungkapnya. (Ar/NU Online).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL